Sidoarjo Bertekad Wujudkan Kemandirian Pangan melalui Optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa

Siska Prestiwati
25 Aug 2025 14:15
3 minutes reading

Sidoarjo (aksara Indonesia.id) – Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo bertekad mewujudkan kemandirian pangan melalui optimalisasi dana desa. Hal ini dilatarbelakangi dengan pesatnya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sidoarjo dan semakin meningkatnya alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan tengaaybidang Pertanian yang sakik kurang diminati serta pengaruh iklim yang dapat mempengaruhi produksi pertanian sehingga berdampak pada penyediaan pangan domestik.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dr Eni Rustianingsih mengatakan kegiatan ini adalah awal dari sinergi teman-teman dari Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang mana dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI yang akan banyak mendampingi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

“Adapun tujuan kegiatan ini yang pertama tidak terjadi inflasi dikarenakan harga sembako, yang kedua menggerakkan BUMDES agar bisa menggunakan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan secara optimal. Di Sidoarjo dana desa totalnya Rp 70 milliar sehingga minimal ada dana Rp 9 milliar untuk program ketahanan pangan ini, “ungkap Eni ditemui usai acara Sinkronisasi dan Koordinasi Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Aula Fave Hotel, Jl. Raya Jenggolo Sidoarjo, Senin (25/08/2025).

Untuk diketahui, aturan dana desa ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022 pasal 4 huruf (b) ditentukan penggunaan dana desa untuk program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20 Persen. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi nomor 7 Tahun 2023 tentang prioritas penggunaan dana desa untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa pasal 5 ayat 1.

Eni menambahkan penandatanganan kerjasama telah dilakukan dimana kelompok tani yang akan menanam dan ada BUMDES yang akan mengambil hasil pertanian dan lembaga penggilingan.

“Nantinya BUMDES bisa menjual ke masyarakat ataupun ke Makan Bergizi Gratis, ” ungkapnya.

Sedang untuk petani, tambah Eni, ada Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dari BPR Delta Artha yang menawarkan kemudahan pinjaman dengan suku bunga rendah.

Ditempat yang sama, Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi RI, Moh Muflikhuddin menjelaskan jadi jenis kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDES itu banyak tidak hanya sekedar padi dan jagung, tetapi ada program penggemukan sapi juga ada perikanan.

“Ini tersebar di 318 BUMDES di Sidoarjo dan pembiayaannya nanti minimal 20 persen dari dana desa Sidoarjo sebesar Rp 70 milliar tersebut, ” ungkapnya.

Sebelumnya, Asisten II atau Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Mahmud menjelaskan ketahanan pangan merupakan hal yang sangat krusial yg harus segera ditangani di kabupaten Sidoarjo karena ini program utama Pemkab Sidoarjo.

“Bagaimana berkolaborasi antara BUMDES,Gapoktan ,ada koperasi merah putih nanti kita satukan bersama dalam wadah ini, ” kata Mahmud.

Mahmud menambahkan ke depan ekonomi kerakyatan ini benar-benar bisa berjalan dengan baik maka semuanya harus bisa menjadi mitra bukan pesaing. Sis

13-03-2026

5-5-2026