Perwakilan Guru SMPN 1 Gedangan dan siswa-siswi SMP N 1 Gedangan saat melakukan sosialisasi hidup sehat di kegiatan Car Free Day du Alun-alun Sidoarjo, Minggu (15/2/2026). Doc : Siska PrestiwatiSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – SMPN 1 Gedangan turut meramaikan gelaran Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo dengan menggelar sosialisasi hidup sehat kepada para pengunjung, Minggu (15/2/2026). Sekolah ini menampilkan berbagai edukasi terkait pangan aman, kebiasaan bersih, hingga gerakan sekolah sehat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Gedangan, Meliana, S.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Gedangan, Meliana, S.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Gerakan Sekolah Sehat adalah branding kami. SMPN 1 Gedangan pernah menjadi juara nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman, juara dua untuk kantin sehat nominasi nasional, . Untuk lomba sekolah sehat berkarakter sekolah kami juara 1 tingkat provinsi,” ujar Meliana.
Meliana menambahkan, sekolah juga berada di bawah naungan UKS dan konsisten membiasakan siswa menjaga kebersihan. “Kami membiasakan cuci tangan sebelum makan, setelah dari kamar mandi, rutin senam, dan mempromosikan lima kunci keamanan pangan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, siswa juga diedukasi untuk memilih makanan yang sehat melalui metode ‘cek klik’, meliputi cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. “Di kantin sekolah kami tidak ada makanan kemasan. Semua yang dijual adalah fresh food,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Koordinator PJAS Aman, Thalita, mengatakan SMPN 1 Gedangan merupakan salah satu lokus program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman.
“Program ini sudah dimulai sejak 2017, dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Pembiasaan hidup sehat itu tidak mudah, tapi kuncinya komitmen, termasuk dari para penjamah atau penjual di kantin,” kata Thalita.
Menurutnya, proses awal penerapan PJAS di sekolah penuh tantangan. “Awalnya susah, para penjamah mengeluh. Tapi setelah dibiasakan, akhirnya semua bisa berjalan. Setelah pandemi Covid 19 sekitar tahun 2022, sekolah mampu konsisten menerapkan pangan jajanan anak yang sehat dan layak lomba,” tandasnya.
Kegiatan sosialisasi di CFD ini diharapkan mampu menarik lebih banyak partisipasi masyarakat, sekaligus mendorong pemahaman tentang pentingnya keamanan pangan dan gaya hidup sehat sejak usia sekolah.