Tidar Jatim Gelar Natal Bersama, Tegaskan Komitmen Merawat Keberagaman

Siska Prestiwati
30 Jan 2026 19:25
2 minutes reading

Pengurus Daerah (PD) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jawa Timur menggelar perayaan Natal 2026 di Gereja AOC Alfa Omega Church, Surabaya, Jumat (30/1/2026) malam. Acara ini menjadi momentum organisasi kepemudaan Partai Gerindra tersebut untuk menunjukkan komitmen merawat toleransi dan keberagaman di Jawa Timur.

Perayaan yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” ini dihadiri Staf Ahli Kantor Komunikasi Presiden, Ps. David Herson. Sejumlah penampilan hiburan seperti Kimaru Band dan penyanyi Cindy Tsalista ikut menyemarakkan acara.

Bendahara PD Tidar Jawa Timur, dr. Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang bagi para kader lintas keyakinan untuk berkumpul dan merayakan hari besar keagamaan secara setara. “Di Tidar Jatim, kami memiliki anggota dari berbagai latar belakang. Salah satu kader terbaik kami beragama Kristen, dan kami ingin semua merasa dihargai,” ujarnya.

Menurutnya, semangat nasionalisme yang menjadi dasar gerakan organisasi turut mendorong terciptanya ruang kebersamaan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini juga diprakarsai oleh Ketua Bidang Seni dan Budaya, Andrew Nababan, dan disambut positif para kader.

Dalam kesempatan itu, dr. Dwi juga menyampaikan pesan dari Ketua PD Tidar Jawa Timur, Gus Muhammad Fawait, yang berhalangan hadir. Ia berharap kegiatan lintas iman dapat memperkuat toleransi sekaligus mendorong kader non-Muslim untuk lebih aktif di organisasi. “Kami ingin seluruh kader merasa memiliki ruang yang sama, apalagi sebentar lagi umat Muslim menyambut Ramadan,” katanya.

Tidar Jatim saat ini memiliki sekitar 100 pengurus yang tersebar di seluruh daerah. Meski begitu, organisasi tidak menargetkan penambahan anggota secara khusus. “Fokus kami adalah mengoptimalkan kader yang ada agar benar-benar memberi kontribusi. Jika organisasinya sehat, anak muda akan datang dengan sendirinya,” jelas dr. Dwi.

Ia

menambahkan, keanggotaan Tidar terbuka bagi pemuda maksimal usia 40 tahun yang memiliki kompetensi, pemikiran kritis, serta semangat nasionalisme. Sebagai sayap pemuda Partai Gerindra, Tidar juga berperan mengawal kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kami memastikan program ini tepat sasaran, terutama bagi anak-anak di daerah pelosok,” ungkapnya.

Meski diakui masih ada sejumlah kendala teknis, ia menyebut pemerintah terus melakukan pembenahan agar program tersebut memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. “Setiap kebijakan pasti ada tantangan. Yang penting komitmen memperbaiki terus-menerus,” pungkasnya.

13-03-2026

5-5-2026