
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus melihat langsung deklarasi desa siaga dan kelurahan siaga TB di Pendopo Delta wibawa sidoarjo, selasa (29/9/2026) sore. Dok : Siska PrestiwatiSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat upaya penanganan tuberkulosis (TB) dengan mendeklarasikan Desa dan Kelurahan Siaga TB 2026. Langkah ini dilakukan menyusul capaian penemuan kasus TB di Sidoarjo yang baru mencapai 59 persen dari target 6.400 kasus sepanjang tahun ini.
Deklarasi tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa (29/9/2026) sore.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, target penemuan kasus TB pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5.000 kasus. Tahun ini, Kementerian Kesehatan menetapkan target sekitar 6.400 kasus untuk Sidoarjo.
Dari target tersebut, penemuan kasus hingga saat ini baru terealisasi sekitar 59 persen. Kondisi itu membuat percepatan penemuan kasus dan penguatan peran masyarakat menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Target penemuan kasus tahun ini sekitar 6.400. Sampai sekarang capaiannya kurang lebih 59 persen,” kata Lakhsmie kepada wartawan seusai deklarasi.
Ia menegaskan peningkatan target penemuan kasus tidak dapat langsung diartikan sebagai bertambahnya jumlah penderita TB. Target tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjaring lebih banyak kasus yang selama ini berpotensi belum terdeteksi.
Menurutnya, penanganan TB membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya Dinkes dan fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat perlu mengambil peran dalam upaya pencegahan, penemuan, dan pendampingan pasien.
“Penanganan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Perlu kolaborasi dari tingkat pimpinan daerah sampai masyarakat karena penyakit ini ada di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Lakhsmie menyebut penguatan penanganan TB dilakukan melalui penyusunan regulasi, percepatan langkah di lapangan, serta kerja sama lintas sektor. Deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga TB diharapkan memperluas keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan TB. Ia menyebut upaya antisipasi perlu dilakukan secara bersama-sama agar penyebaran penyakit dapat dikendalikan.
Mimik menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan TB.
“Kita harus lebih waspada. Antisipasi perlu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar penyebaran TB bisa dicegah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mimik juga mengungkapkan Sidoarjo mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan 15 titik puskesmas. Selain itu, sebanyak 656 kader disebut akan menerima honor sebesar Rp 500 ribu per bulan dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan peran kader dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Kami mendapatkan bantuan pembangunan puskesmas sebanyak 15 titik. Kemudian ada 656 kader yang akan mendapatkan honor dari pemerintah pusat sebesar Rp 500 ribu per bulan,” kata Mimik.
Selain dukungan pembangunan fasilitas kesehatan dan honor kader, Mimik menyampaikan adanya bantuan senilai Rp 132 miliar yang rencana pemanfaatannya masih akan dibahas bersama Bupati Sidoarjo.
Ia menyebut Sedati dan Sibar menjadi dua wilayah yang masuk dalam pembahasan terkait pemanfaatan bantuan tersebut. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan ketersediaan lahan.
“Untuk bantuan Rp 132 miliar, nanti akan kami bicarakan dengan Pak Bupati, apakah dialihkan ke Sedati atau Sibar. Yang terpenting lahannya masih luas,” pungkasnya.

