Jurnalisme Disebut Harus Jadi Penggerak Perubahan Positif

Siska Prestiwati
6 Nov 2025 11:17
2 minutes reading

Yogyakarta (Aksaraindonesia. Id) – Kolaborasi antaralembaga legislatif dan insan pers dinilai menjadi kunci penting dalam membangun transparansi dan kesadaran publik terhadap isu-isu strategis, termasuk pelestarian lingkungan. Pandangan itu muncul dalam kegiatan Kunjungan Kerja Insan Pers Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Hotel Royal Darmo, Yogyakarta, Kamis (6/11/2025).

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, dalam sambutannya mengatakan bahwa jurnalisme tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menggerakkan perubahan positif di masyarakat.

“Jurnalisme bukan hanya tentang memberitakan peristiwa, tetapi juga tentang menggerakkan perubahan positif di masyarakat,” ujar Abdillah di hadapan ratusan wartawan yang hadir.

Ia menegaskan, kerja sama antara DPRD, pemerintah daerah, dan insan pers perlu terus dijaga agar tercipta ruang publik yang sehat, kritis, dan berdaya. Menurutnya, sinergi tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, wawasan, dan profesionalisme jurnalis di daerah.

“Program ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media massa dalam penyebarluasan informasi pembangunan yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan,” jelas Eri.

Selain sesi diskusi dan pelatihan, kegiatan tersebut juga mengangkat studi kasus pelestarian lingkungan di Kali Code, Yogyakarta, sebagai contoh praktik jurnalisme adaptif berbasis komunitas.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta yang menilai DPRD Sidoarjo bersama Diskominfo telah memberikan ruang bagi peningkatan kompetensi insan pers di tengah dinamika era digital.

13-03-2026

5-5-2026