Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Gelaran halal bihalal yang dirangkai dengan Reuni Akbar Mafash Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berlangsung meriah di Sport Centre kampus setempat, Sabtu (11/4). Acara ini menghadirkan ratusan alumni lintas angkatan yang kembali berkumpul dalam suasana hangat dan penuh nostalgia.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya anggota DPR RI Ida Fauziah dan anggota DPD RI Lia Istifhama. Para akademisi dan tokoh Mafash juga memenuhi ruangan, seperti Suqiyah Musyafaah, Salam Nawawi, Faisol Munif, Muhkarom, hingga Khubby Ali Rohmad. Turut hadir pula Mohersyad, Ilfi Nur Diana, Nurul Maulidiyah, Ummu Laila, dan Khoirul Huda.
Ketua Panitia Reuni Akbar Mafash 2025, Lia Istifhama, mengatakan momen halal bihalal ini menjadi ruang untuk mengenang masa kuliah sekaligus menguatkan kembali hubungan antargenerasi alumni. Ia menyebut alumni dari angkatan 1971 hingga 2010 memiliki kenangan yang tak lekang oleh waktu.
“Di bawah rindangnya pepohonan kampus dan lorong-lorong penuh kenangan, suasana hari ini terasa emosional. Rasanya seperti kembali ke masa lalu,” ujar Ning Lia, yang juga anggota DPD RI.
Suasana makin cair ketika Lia menyelipkan deretan pantun dalam sambutannya. Pantun bernada jenaka itu langsung disambut tawa dan tepuk tangan para alumni.
“Bang Rojali pergi ke Eropa beli bakwan,
Senang sekali berjumpa Ibu Ida yang cantik rupawan,” ucapnya, disambut riuh hadirin.
Tak berhenti di situ, Ning Lia juga membacakan beberapa pantun lain yang berpesan tentang ketulusan, kebersamaan, dan kebahagiaan. Mulai dari “Makan pindang dibungkus daun pepaya, meski hanya memandang hatiku sudah bahagia” hingga pantun penutup, “Ikan patin ikan betutu, tetap telaten, insyaallah bahagia selalu.”
Sekjen Mafash, Khubby Ali, berharap reuni sekaligus halal bihalal ini bisa mempererat hubungan antaralumni dan melahirkan kolaborasi untuk kemajuan almamater.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSA, Suqiyah Musyafaah, menyebut kegiatan ini membawa dampak positif bagi penguatan jejaring alumni. Ia menambahkan fakultas terus meningkatkan kualitas program studi yang kini banyak meraih akreditasi unggul, sekaligus menyiapkan pembukaan program baru seperti Ilmu Falak.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni UINSA, Ida Fauziah, menilai reuni ini bukan sekadar temu kangen, tetapi ruang konsolidasi intelektual dan emosional antaralumni.
“Kita punya peran masing-masing. Melalui forum ini, kita bisa saling menguatkan dan terus memberi kontribusi terbaik bagi almamater,” ujarnya.