

Bojonegoro (Aksaraindonesia.id) – Senja mulai turun di tepian Sungai Bengawan Solo, Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (17/7/2026). Namun puluhan personel SAR masih berjibaku menyusuri aliran sungai demi menemukan Yatni (53), warga Desa Tegal Rejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, yang dilaporkan tenggelam.
Laporan kejadian diterima pada Jumat sore. Tim Rescue Unit Siaga SAR Bojonegoro kemudian bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD, relawan, serta unsur SAR lainnya untuk memulai operasi pencarian.
Empat perahu karet dikerahkan menyisir aliran Bengawan Solo. Perahu tersebut berasal dari Basarnas, BPBD Bojonegoro, BPBD Blora, dan Cepu Adventure. Selain itu, dua perahu milik warga juga ikut membantu pencarian.
Tim SAR melakukan penyisiran secara bertahap di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Manuver perahu dilakukan untuk memaksimalkan pencarian, sementara personel lain menyusuri bantaran sungai guna mencari tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P. H., mengatakan seluruh unsur gabungan bekerja dengan membagi tugas di jalur air dan darat agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas.
“Selain penyisiran menggunakan perahu, personel juga melakukan pemantauan dari darat di sepanjang tepian sungai,” ujar Nanang.
Hingga Jumat petang, korban belum berhasil ditemukan. Memasuki pukul 18.00 WIB, operasi pencarian dihentikan sementara karena kondisi mulai gelap dan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (18/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Harapan keluarga dan warga kini tertuju pada upaya pencarian yang akan kembali dilakukan esok hari. Tim SAR gabungan berharap kondisi sungai mendukung sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih optimal.

