Tenda BPPD di CFD Alun-alun Sidoarjo yang menyapa warga Sidoarjo tiap minggu pagi. Doc : BPPD Kabupaten Sidoarjo untuk Aksaraindonesia.idSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo kembali menyapa warga yang menikmati Car Free Day (CFD) di Alun-alun Sidoarjo dengan membuka stan pelayanan pajak. Langkah ini menjadi strategi jemput bola untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah.
Sekretaris BPPD Sidoarjo, Abu Dardak, mengatakan stan tersebut rutin dibuka setiap Minggu untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan layanan.
“Tiap minggu kami buka stand di CFD,” ujarnya kepada Aksaraindonesia.id di ruang kerjanya Kamis (19/2/2026).
Di pos layanan itu, jelas Dardak, petugas memberikan sosialisasi terkait tata cara pengurusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, hingga opsi pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Warga juga dibimbing melakukan pembayaran melalui berbagai kanal yang telah bekerja sama, mulai dari bank-bank mitra, Bumdes, Indomaret, Alfamart, hingga platform e-commerce seperti Shopee dan OCBC.
Menurut Abu Dardak, meski pemerintah mendorong pembayaran pajak dilakukan secara online, layanan langsung tetap disediakan sebagai alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami tetap siapkan layanan di CFD agar semua lapisan masyarakat bisa terlayani,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Camat Sedati ini.
Ia menyebut sosialisasi lapangan sangat efektif, terutama ketika dilakukan hingga tingkat desa, RT, dan RW. Banyak warga yang mengetahui adanya tunggakan langsung melakukan pembayaran. Program intensif ini berlangsung sejak Juli hingga Oktober sebagai bagian dari strategi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBN. PAD dari sektor pajak dan retribusi harus terus kita optimalkan, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi,” tuturnya.
Realisasi PAD Sidoarjo saat ini tercatat mencapai Rp1,7 triliun, sementara target PAD 2026 dipatok sebesar Rp1,722 triliun. Hingga Februari, realisasi sudah menyentuh Rp120 miliar atau 7,1 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pemukiman dan perumahan.
Abu Dardak menambahkan, Sidoarjo menjadi salah satu rujukan daerah lain dalam optimalisasi PAD. Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), seluruh layanan diarahkan menuju sistem online sejalan dengan kebijakan elektronifikasi pemerintah daerah.