
Puluhan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam mengalami gejala keracunan setelah ratusan santri dan santriwati dievakuasi ke 9 rumah sakit semalam. Doc : Siska PrestiwatiSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Korban keracunan massal di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terus bertambah. Jajaran Formasi Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Bupati Sidoarjo, Subandi, langsung meninjau lokasi kejadian pada Rabu (2/9/2026).
Jumlah santri yang mendadak mengeluhkan sakit perut hingga mual dilaporkan masih terus merambat naik. Berdasarkan data terbaru pada hari Rabu, tercatat ada puluhan santri tambahan yang harus mendapatkan perawatan medis secara mendadak.
”Hari ini, kami kembali mendapatkan kabar ada puluhan santri dan santriwati yang mengalami gejala keracunan,” ujar Subandi saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungannya di Ponpes Manba’ul Hikam, Rabu (2/9/2026).
Subandi menyebutkan bahwa sedikitnya 38 santri dan santriwati baru mengeluhkan gejala serupa. Kondisi ini menyusul insiden serupa yang sebelumnya telah menimpa lebih dari 300 santri pada Selasa (1/9/2026) kemarin.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat menangani gelombang pasien keracunan ini. Pada hari pertama kejadian, ratusan santri yang tumbang langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat.
”Kemarin ada 516 pasien yang dievakuasi ke 9 rumah sakit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 427 pasien sudah dinyatakan membaik dan dipulangkan,” terang Subandi merinci data penanganan medis para korban.
Meski sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, masih ada puluhan santri yang membutuhkan pemantauan ketat dari tim medis. “Sedangkan 88 pasien sisanya saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” tambahnya.
Guna mencegah risiko yang lebih berat bagi korban susulan hari ini, penanganan cepat kembali dilakukan di lapangan. Seluruh santri yang menunjukkan gejala keracunan langsung dirujuk ke rumah sakit agar segera ditangani oleh tim medis.

