

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Polsek Buduran terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak dan remaja. Salah satunya dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada siswa MI 1 Sidoarjo di Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Selasa (4/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Buduran Iptu Juju Hari Prasetyo mengajak para pelajar mengenali berbagai jenis narkoba beserta dampak yang ditimbulkan apabila disalahgunakan. Edukasi itu juga membahas pola peredaran narkoba yang kini semakin beragam dan tidak menutup kemungkinan menyasar kalangan pelajar.
Menurut Juju, pemahaman sejak usia dini menjadi langkah penting agar anak-anak mampu melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang berpotensi menjerumuskan mereka pada penyalahgunaan narkotika.
“Pelajar harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jika mengetahui adanya penyalahgunaan di lingkungan sekitar, segera sampaikan kepada guru, orang tua, atau kepolisian,” kata Juju saat memberikan materi.
Selain mengenalkan jenis-jenis narkoba, peserta juga diberikan penjelasan mengenai dampak penyalahgunaan zat terlarang terhadap kesehatan fisik dan mental, masa depan pendidikan, hingga ancaman pidana bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mengenali modus peredaran narkoba dan langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi situasi mencurigakan.
Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan edukasi kepada pelajar akan terus menjadi agenda rutin sebagai bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menekan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini sehingga anak-anak memiliki bekal untuk menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang.
“Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan aparat kepolisian sendiri. Dibutuhkan kerja sama sekolah, orang tua, dan masyarakat agar anak-anak terlindungi dari ancaman narkoba,” ujar Sugeng.
Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

