

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat pemasaran dan memperluas pasar di era konvergensi digital.
Ajakan itu disampaikan Lia saat menghadiri pelatihan dan pemberdayaan Markas UMKM di Kecamatan Sawahan, Surabaya. Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM serta melibatkan pemerintah daerah, komunitas usaha, dan praktisi digital.
Menurut Lia, perubahan perilaku konsumen membuat pelaku usaha tidak lagi cukup mengandalkan penjualan secara konvensional. Produk UMKM harus memiliki jejak digital agar mudah ditemukan calon pembeli.
“Kalau UMKM tidak memanfaatkan teknologi digital, maka konsumen akan menemukan produk lain di internet. Ini peluang sekaligus tantangan,” kata Lia, Senin (27/7/2026)
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengatakan pelaku UMKM juga perlu mulai memanfaatkan AI untuk mendukung aktivitas usaha. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membuat konten promosi, membaca tren pasar, hingga membantu pengelolaan penjualan secara lebih efisien.
Ia menilai penggunaan AI mampu membantu UMKM meningkatkan daya saing tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
Selain itu, Lia mengajak pelaku UMKM lebih berani menyampaikan aspirasi sekaligus terus berinovasi agar produk lokal semakin dikenal masyarakat.
“Jangan hanya diam jika ada yang perlu disampaikan. UMKM harus berani tampil, karena produk lokal kita memiliki kualitas yang cantik, penuh cinta, dan layak bersaing,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Surabaya Bambang Ukoro, Camat Sawahan Kanti Budiarti, Ketua Markas UMKM Koko, Dewan Pembina Markas UMKM Rahman Windhiarto, serta Fitri Anjarsari dari Kasir Pintar sebagai narasumber.
Ketua Markas UMKM Koko mengajak para pelaku usaha tetap optimistis menghadapi tantangan bisnis. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar UMKM mampu berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
“UMKM harus terus berinovasi. Dengan semangat dan kerja keras, usaha akan melejit dan membawa kebahagiaan,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam pemasaran, serta memperluas jangkauan pasar melalui kolaborasi berbagai pihak.

