Kemenag Hapus Istilah MATSAMA, MATAMUDA Resmi Berlaku di 21.475 Madrasah Jatim

Siska Prestiwati
13 Jul 2026 15:39
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Kementerian Agama (Kemenag) resmi menghapus istilah Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) dan menggantinya menjadi Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) mulai Tahun Pelajaran 2026/2027. Perubahan tersebut langsung diterapkan di sekitar 21.475 madrasah di Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan program Madrasah Ramah Anak yang bebas dari perpeloncoan dan kekerasan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, pergantian istilah itu bukan sekadar perubahan nama. MATAMUDA menjadi bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran sekaligus ruang bagi guru mengenali karakter, bakat, potensi, dan cita-cita setiap murid baru.

“Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkan potensi tersebut agar tumbuh menjadi generasi yang unggul,” ujar Bahtiar saat membuka MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027 di Aula Kanwil Kemenag Jawa Timur, Senin (13/7/2026).

Menurut Bahtiar, masa ta’aruf juga menjadi kesempatan bagi madrasah menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak awal murid memasuki lingkungan pendidikan. Murid didorong mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, menghargai sesama, serta memiliki semangat belajar dan akhlak yang baik.

Ia menambahkan, pembiasaan salat berjamaah, menjaga kebersihan, berolahraga, serta menghormati diri sendiri dan orang lain menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MATAMUDA.

Pelaksanaan MATAMUDA digelar serentak pada Senin (13/7). Di Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Aula Kanwil Kemenag Jatim dan diikuti secara luring maupun daring oleh sekitar 21.475 madrasah dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta.

Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), MATAMUDA diharapkan menjadi pengalaman pertama yang positif bagi murid baru sekaligus memperkuat implementasi Madrasah Ramah Anak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur Sugiyo menegaskan pelaksanaan MATAMUDA harus bebas dari praktik perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan.

“MATAMUDA harus menghadirkan suasana yang menyenangkan. Penguatannya adalah saling mengenal, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi untuk membangun kebersamaan di lingkungan madrasah,” katanya.

Sugiyo mengajak guru, panitia, mentor, narasumber, dan pengawas madrasah berkolaborasi memberikan pengalaman belajar yang positif bagi murid baru. Ia juga mendorong penguatan moderasi beragama sebagai bekal membentuk generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Pembukaan MATAMUDA di Kanwil Kemenag Jawa Timur turut dimeriahkan penampilan murid-murid madrasah berprestasi yang menampilkan seni menyanyi, nembang Jawa, mendalang, tari tradisional, hingga menjadi pembawa acara

x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Hey there 👋
It’s your friend Dany Williams. How can I help you?
WhatsApp