Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Masih Negosiasi, Doakan Segera Selesai

Siska Prestiwati
10 Mar 2026 11:19
2 minutes reading

Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan tertahan di Selat Hormuz akibat situasi keamanan di kawasan tersebut. Pemerintah memastikan proses negosiasi terus berjalan agar kedua kapal yang membawa kargo minyak mentah itu dapat segera melanjutkan perjalanan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perkembangan terbaru soal dua kapal tanker milik anak usaha PT Pertamina yang tertahan di kawasan Selat Hormuz. Kapal tersebut membawa minyak mentah dan belum bisa melanjutkan perjalanan karena masih dalam proses negosiasi.

“Dua kapal, dua kargo. Speknya begitu. Tapi ini masih negosiasi kok. Insyaallah sebentar lagi selesai, doain ya,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Selasa (10/3/2026).

Sementara itu, dua kapal lain milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dikabarkan telah meninggalkan area konflik di Timur Tengah.

Terpisah, Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan bahwa dari empat kapal yang beroperasi di kawasan tersebut, dua di antaranya—PIS Rinjani dan PIS Paragon—sudah beranjak dari wilayah rawan.

“Masih ada dua kapal yang berada di Teluk Arab, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya menunggu situasi aman untuk keluar melalui Selat Hormuz dan saat ini dalam kondisi aman,” kata Vega dalam keterangan tertulis.

Ia menyebut, kapal Gamsunoro mengangkut kargo milik pihak ketiga, sementara VLCC Pertamina Pride membawa minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan energi dalam negeri.

Selain empat kapal tersebut, Pertamina memastikan rantai pasok energi tetap berjalan aman. Setidaknya 345 armada di bawah Pertamina Group tetap beroperasi untuk menjamin distribusi energi di perairan internasional maupun domestik.

Pertamina juga menerapkan skema Regular, Alternative, and Emergency untuk menentukan jalur distribusi paling aman. Pemantauan armada dilakukan 24 jam penuh secara real-time, termasuk koordinasi intensif dengan otoritas maritim setempat.

“Kami terus memastikan keamanan kru, kapal, dan muatan dengan berkoordinasi dengan pihak berwenang di seluruh lokasi operasi,” tegas Vega

13-03-2026

5-5-2026