Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot, Prabowo Rombak Jajaran Pimpinan Badan Gizi Nasional

Lailatul Khabiba
2 Jun 2026 20:44
2 minutes reading

Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam keputusan yang diumumkan Selasa (2/6/2026) malam, Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatan Kepala BGN dan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.

Pengumuman pergantian pimpinan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara. Selain mengganti kepala lembaga, Presiden juga memberhentikan dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah memberikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya di BGN atas kontribusi dan pengabdian mereka selama menjalankan program-program lembaga tersebut.

BGN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Lembaga ini dibentuk untuk memastikan akses gizi yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Dadan menjadi sosok pertama yang memimpin BGN sejak lembaga itu berdiri dan dilantik pada Agustus 2024. Dalam menjalankan tugasnya, ia didampingi oleh tiga wakil kepala yang membidangi operasional, pengembangan organisasi, serta komunikasi publik dan investigasi.

Namun, selama pelaksanaan program MBG, sejumlah persoalan muncul di lapangan. Beberapa kasus gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat usai mengonsumsi makanan program tersebut sempat menjadi perhatian publik. Kondisi itu mendorong evaluasi terhadap sejumlah mitra penyedia makanan.

Sebagai bagian dari langkah pengawasan, BGN beberapa kali menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai perlu menjalani pemeriksaan dan perbaikan standar layanan.

Berdasarkan data hingga akhir Mei 2026, terdapat lebih dari 27 ribu SPPG yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar delapan ribu unit tercatat pernah dikenai penghentian sementara untuk keperluan evaluasi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, program MBG terus diperluas. Pemerintah mencatat jumlah penerima manfaat telah mencapai puluhan juta orang di seluruh Indonesia. Sebagian besar penerima merupakan peserta didik di berbagai jenjang pendidikan yang menjadi sasaran utama program peningkatan gizi tersebut.

Pergantian pimpinan BGN ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program MBG agar berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat

5-5-2026

Arsip Berita :