Taksi Listrik Mogok di Rel Picu Insiden Kereta di Bekasi, Politisi Muda Soroti Aspek Keselamatan

Siska Prestiwati
28 Apr 2026 16:11
2 minutes reading

Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Insiden kecelakaan yang melibatkan taksi listrik berwarna hijau dengan rangkaian kereta api di kawasan Bekasi menyita perhatian publik. Peristiwa bermula saat kendaraan tersebut berhenti di atas rel, diduga akibat gangguan teknis, hingga memicu rangkaian kejadian yang berujung tabrakan antar kereta.

Dalam kronologi yang beredar, taksi listrik yang berhenti di perlintasan diduga lebih dulu tertemper kereta yang melintas. Dampaknya, perjalanan kereta di jalur tersebut terganggu. Tak lama berselang, Kereta Api Argo Bromo Anggrek dilaporkan menabrak rangkaian KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena adanya gangguan di jalur rel.

Video kejadian yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik menegangkan saat kendaraan tak kunjung bergerak dari rel hingga akhirnya tertabrak. Insiden ini memicu pertanyaan masyarakat terkait penyebab kendaraan bisa mogok tepat di perlintasan kereta.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, turut angkat bicara terkait kejadian tersebut. Ia menekankan pentingnya pemahaman pengendara terhadap risiko saat melintasi rel kereta api, baik dari sisi teknis kendaraan maupun faktor keselamatan.

Menurutnya, ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa medan magnet dari lokomotif dapat memengaruhi kinerja mesin kendaraan hingga mati mendadak. Namun, hal ini masih menjadi perdebatan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama.

“Perlu kehati-hatian dan pemahaman teknis saat melintasi rel. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kendaraan berhenti mendadak,” ujarnya.

Sejumlah faktor yang lebih umum dinilai berkontribusi terhadap kejadian kendaraan mogok di rel antara lain kesalahan penggunaan transmisi, kondisi mesin yang tidak prima, kepanikan pengemudi, hingga kondisi fisik rel yang tidak rata dan berpotensi membuat kendaraan tersangkut.

Selain itu, penutupan palang pintu perlintasan meski kereta belum terlihat juga menjadi perhatian masyarakat. Praktik tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan untuk mengantisipasi kedatangan kereta yang sudah terdeteksi melalui sistem sinyal, meskipun belum tampak secara visual.

Langkah ini bertujuan memberi waktu bagi pengguna jalan untuk berhenti, mencegah kendaraan terjebak di rel, serta menekan risiko kecelakaan yang lebih besar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mematuhi rambu dan sinyal demi keselamatan bersama.

 

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :