
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Sebanyak 200 pengemudi ojek online (ojol) di Sidoarjo mendapat bantuan BBM gratis dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (8/4). Pembagian dilakukan di SPBU Albatros Sedati, dengan Bupati Sidoarjo Subandi turut mendampingi.
Setiap motor ojol mendapat tiga liter Pertamax senilai Rp36.900. Selain BBM, para pengemudi juga menerima paket sembako.
Usai pembagian BBM, Khofifah dan Subandi meninjau pasar murah yang digelar di Kantor Desa Sedati Gede. Pasar murah tersebut merupakan program Pemprov Jatim untuk pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan.
Khofifah mengatakan bantuan ini menjadi bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat, termasuk para pengemudi ojol yang dinilainya berperan penting dalam layanan transportasi.
“Kita ingin membantu operasional teman-teman ojol, sekaligus memberi tambahan sembako untuk keluarga mereka,” katanya.
Ia memastikan stok BBM dan elpiji di Jawa Timur aman. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik atau melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah juga telah mengatur batas pembelian 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi dan maksimal 15 tabung LPG 3 kg per keluarga.
“Stok kita cukup. Gunakan secara bijak, tidak perlu panik,” tegasnya.
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Jatim terhadap warga Sidoarjo. Ia menyebut pasar murah sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung kegiatan pasar murah karena manfaatnya sangat dirasakan warga,” ujarnya.
Dalam pasar murah itu, sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah HET, antara lain beras SPHP Rp55 ribu per 5 kg, beras medium Rp70 ribu per 5 kg, daging ayam Rp30 ribu per pack besar, telur Rp22 ribu per pack, bawang putih 250 gram Rp6 ribu, bawang merah 250 gram Rp7 ribu, Minyak Kita 1 liter Rp13 ribu, gula pasir 1 kg Rp14 ribu, dan tepung terigu 1 kg Rp10 ribu.