Momen Humanis Polwan Polresta Sidoarjo Bantu Pemudik Disabilitas Naik Bus di Terminal Purabaya

Siska Prestiwati
24 Mar 2026 09:08
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Suasana arus balik di Terminal Purabaya Terminal Purabaya pada Selasa (24/3/2026) pagi mendadak hening sejenak ketika seorang pemudik disabilitas kesulitan naik bus tujuan Kediri. Di tengah keramaian pemudik dan antrean kendaraan, seorang polwan dari Polresta Sidoarjo sigap memberikan bantuan.

Polwan tersebut adalah Iptu Deti Meivani dari Satuan Samapta Polresta Sidoarjo. Saat sedang bertugas di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026, ia melihat seorang perempuan mendorong kursi roda menuju pintu bus. Menyadari bahwa pemudik itu membutuhkan bantuan tambahan, Deti langsung menghampiri tanpa menunggu diminta.

Dengan gerakan hati-hati, ia membantu mengangkat dan mengarahkan kursi roda hingga pemudik tersebut dapat naik ke dalam bus dengan aman. Petugas lain dan beberapa penumpang turut membantu memberi ruang. Momen penuh empati itu disaksikan banyak pemudik yang kemudian memberikan apresiasi.

“Yang penting beliau bisa berangkat dengan nyaman dan selamat. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan semua pemudik—terutama yang rentan—mendapat perhatian,” ujar Deti Meivani.

Menurut Deti, titik-titik transportasi seperti Terminal Purabaya menjadi lokasi dengan mobilitas tinggi selama Operasi Ketupat. Karena itu, anggota kepolisian dituntut tidak hanya sigap dalam pengamanan, tetapi juga peka terhadap situasi di sekitar mereka.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak sungkan meminta bantuan petugas bila mengalami kendala selama perjalanan mudik maupun arus balik.


“Cukup datang ke pos, kami selalu standby membantu kebutuhan para pemudik,” tambahnya.

Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Terminal Purabaya sendiri merupakan salah satu titik layanan terpadu. Di lokasi itu, petugas memberikan informasi perjalanan, layanan kesehatan, hingga pendampingan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Aksi Deti pagi itu menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya diukur dari pengamanan, tetapi juga dari sentuhan kemanusiaan yang langsung dirasakan warga. Banyak pemudik yang sempat berhenti sejenak, menatap momen itu, dan tersenyum—merasa bahwa perjalanan mereka pulang bukan sekadar rutinitas, tetapi pengalaman yang lebih manusiawi berkat perhatian petugas.

5-5-2026

Arsip Berita :