Luruh Tanpa Suara

Siska Prestiwati
16 Feb 2026 15:22
2 minutes reading

Luruh Tanpa Suara

Olin Pristy

 

 

Diam adalah pelabuhan yang kupilih kini

Tempat sunyi menampung luka yang tak terlihat

Kubiarkan kata-kata berlayar tanpa perlu kembali

Agar jiwaku tak lagi digeret deras oleh racun yang melekat.

 

Kubiarkan jarak tumbuh seperti pagar bening

Pantas menjaga nafas yang mulai rapuh

Tak semua yang mendekat layak kuberi kening

Terkadang senyum mereka membawa badai yang menggerus tubuh

 

Ada damai dalam memilih pergi tanpa suara

Serupa daun yang jatuh tanpa menuntut musim

Kupeluk sunyi sebelum dunia merampasnya

Di sana batinku kembali menemukan ritme yang teredam dan asing.

 

Tak perlu membalas racun dengan kata yang lebih luka

Karena diam lebih tajam daripada kemarahan liar

Setiap langkah menjauh sebenarnya adalah doa

Doa agar hati tak lagi dipaksa untuk terus bertarung dan memar.

 

Terkadang yang paling baik adalah tidak kembali

Meski pintu masa lalu terus mengetuk malam

Jarak bisa menjadi pelindung dari diri sendiri

Agar tidak lagi runtuh oleh tangan yang pura-pura menggenggam

 

Kupilih sunyi seperti memilih rumah

Karena di sana tak ada wajah yang menyamar sebagai kawan

Kupilih diam seperti memilih udara yang ramah

Agar setiap helanya tak lagi membawa beban.

 

Jika mereka menyebutku pengecut karena menjauh

Biarlah, hatiku bukan arena untuk dipertontonkan

Aku hanya menjaga jiwa yang hampir roboh

Agar tak runtuh sekali lagi oleh racun yang diulurkan

 

Dalam diam, aku belajar merawat diriku sendiri

Menyiram luka yang tak tampak di permukaan

Dalam menjauh, kutemukan kembali arti berdiri

Bahwa jiwa pun butuh jarak untuk tumbuh perlahan-lahan

 

Tak semua orang berhak tahu tentang pertempuran batinku

Karena beberapa luka hanya dapat sembuh dalam gulita

Mereka tak akan mengerti bagaimana langkah itu membebaskanku

Ketika aku memilih diam demi menjaga nyawa rasa.

 

Dan malam adalah saksi bagaimana aku pulih perlahan

dengan nafas yang tak lagi digenggam racun

Kutinggalkan kebisingan demi menemukan kehidupan

dan dalam diam, akhirnya kutemukan diriku utuh tanpa tekanan.

13-03-2026

5-5-2026