Rocky Gerung dalam diskusi di Balai Budaya Surabaya, Sabtu (17/1/2026)Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Rocky Gerung mengajak ratusan anak muda yang hadir dalam diskusi publik di Gedung Balai Budaya Surabaya untuk memahami makna Human Solidarity, Sabtu (17/1/2026).
Dalam paparannya, pakar filsafat ini menjelaskan, human solidarity warga Surabaya sudah ada dalam sejarah perjuangan di Kota Surabaya.
Tak hanya dalam sejarah, pembangunan kota juga menempatkan hubungan antarmanusia sebagai bagian penting dari tata peradaban kota. Ini diwujudkan lewat pembangunan taman-taman kota, yang mempertemukan dan meningkatkan interaksi warga kota.
“Sebagai kota yang beradab, perlu ada 3 hal, yaitu taman, trotoar dan perpustakaan, ” ucap Rocky.
Rocky menjelaskan, fungsi taman yang sangat besar di tengah perkotaan, di antaranya untuk meredakan ketegangan kehidupan di perkotaan.
“Taman sebagai perluasan ruang batin,” ucapnya.
Lebih jauh, Rocky mengungkap sejarah Kota Surabaya yang menunjukkan kelengkapan dalam segala aspek, mulai dari segi intelektualitasnya, perekonomian, bahkan hingga pada sisi intelejen internasional yang pernah menjalankan misi di Kota ini.
“Kita menginginkan ini dirawat kembali sebagai ingatan sejarah, sekaligus menjadi proyeksi masa depan. Kita bisa membentuk kembali republik yang hancur ini dari Surabaya,” ujarnya.
Rocky mengajak anak-anak muda di Kota Surabaya dengan human solidarity atau solidaritas kemanusiaan, etika lingkungan dan keamanan global.
Selain Rocky Gerung, hadir pula Airlangga Pribadi, Tri Risma Harini, serta Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang membuka diskusi kuliah umum bertema Kemanusiaan dan Tata Peradaban Kota.