SDN Kedungturi Siap Menuju Adiwiyata Tingkat Nasional

Siska Prestiwati
26 Sep 2025 10:12
4 minutes reading

Sidoarjo (aksaraindonesia.id) – SDN Kedungturi siap mengukir prestasi kembali di ajang Adiwiyata Tingkat Nasional pada Tahun 2025 ini. Tahun 2023, SDN Kedungturi mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata propinsi Jawa Timur.

Kepada Aksaraindonesia.id, Kepada sekolah SDN Kedungturi, Fatchur Rozi menyampaikan prestasi Adiwiyata yang diperoleh sekolah yang dipimpinnya. SDN Kedungturi sudah berhasil meraih Adiwiyata jauh sebelum dirinya bergabung di sekolah ini. Di tahun 2023 SDN Kedungturi meraih Adiwiyata dari provinsi Jawa Timur. Kemudian pada tahun 2024 pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mendatangi SDN Kedungturi untuk berkomunikasi, apakah SDN Kedungturi maju untuk Adiwiyata tingkat nasional ?

“Sebelum memutuskan untuk ikut, kami melihat situasi dan kondisi yang bersemangat dan penuh suport. Maka pihaknya pun bekerjasama dengan stakeholder dan PGN sekaligus menyiapkan semua berkas – berkas dan instrumen yang dibutuhkan,” jelasnya.

Untuk maju ke tingkat nasional, ungkap Rozi, membutuhkan waktu antara 6 bulan hingga 1 tahun. Dalam kurun waktu itu SDN Kedungturi berbenah dengan membudayakan kebiasaan “green and clean”.

Rozi menambahkan budaya “green And clean” ditanamkan ke para siswa, contohnya anak-anak diharuskan membawa tumbler sehingga saat ke kantin bila bekal minum habis tinggal isi ulang dan di kantin sudah disarankan kurangi kue dan makanan yang menggunakan kemasan plastik.

Dalam Adiwiyata ini, jelas Rozi, pihaknya tidak hanya mengutamakan keindahan fisik saja tetapi karakter anak harus mencerminkan Adiwiyata. Pihaknya sangat bersyukur karena anak-anak sangat mudah untuk diajak untuk berbudaya adiwiyata dan orang tua juga sangat mensuport.

“Budaya Adiwiyata di SDN Kedungturi ini berdampak positif terhadap penerimaan siswa di Setiap tahun. Pada tahun 2023 jumlah siswa masuk sebanyak 101, tahun 2024 jumlah siswa masuk sebanyak 107 dan pada tahun tahun 2025 jumlah siswa masuk sebanyak 127. Jadi secara statistik ada peningkatan yang signifikan. SPMB memang ada pagunya jadi kami juga tidak berani melanggar aturan yang ada,” ungkapnya.

Lanjut Rozi selain budaya di kantin pihaknua juga melakukan budaya Adiwiyata di luar kantin yakni SDN Kedungturi mengurangi jumlah tempat sampah karena semakin berkurangnya sampah maka debit sampah akan berkurang sehingga debit sampah yang dikirim ke TPA itu berkurang jauh.

” Dulu setiap hari, kami buang sampah ke TPA namun sekarang cukup seminggu sekali kami buang sampah ke TPA, “imbuhnya.

Masih kata Rozi, pihaknya juga melakukan persiapan fisik dalam Adiwiyata yakni dengan membuat bank botol. SDN Kedungturi sudah menyiapkan tempat untuk mengumpulkan botol botol dan jika sudah terkumpul , botol-botol tersebut dimanfaatkan untuk melatih kewirausahaan dan numerasi pada diri siswa. Ketika ada orang yang datang untuk menimbang botol para siswa bisa berlatih perhitungan jumlah botol.

Terkait kerjasamanya dengan PGN Rozi menyampaikan kerjadama dengan PGN pada saat ini PGN mempunyai program lingkungan. Dulu PGN pernah memberikan bantuan berupa bibit tanaman, dan tanaman tersebut dirawat sampai sekarang hingga tumbuh subur. Saat ini PGN akan memberikan bantuan berupa pembuatan Green house (rumah kaca).

“Secara administrasi untuk Adiwiyata ini sudah kami bentuk tim Adiwiyata termasuk ketua, bendahara, sekretaris dan ketua bidang masing,” ungkapnya.

Di singgung letak geografis yang berada di lingkungan industri sebagai sumber polusi namun tidak mempengaruhi prestasi SDN Kedungturi dalam meraih Adiwiyata, Rozi menjelaskan prestasi itu bisa tercapai berkat kerja keras kepala sekolah, para bapak – ibu guru serta kerjasama dengan para siswa. Selain itu juga berkat kolaborasi antara lembaga sekolah dengan stakeholder di lingkungan sekitar.

“Saat Adiwiyata Provinsi, kami masih memiliki sedikit kelemahan. Dari kelemahan tersebut, kami coba untuk memenuhi dengan cara berkolaborasi dengan lingkungan sekitar, ” tegasnya.

Dengan budaya Adiwiyata, ungkap Rozi, SDN Kedungturi bersama desa mengedukasi masyarakat desa tentang lingkungan. Pihaknya juga bekerjasama dengan TPS yang ada di desa untuk saling belajar dan berkolaborasi. SDN Kedungturi juga berkolaborasi dengan RW sehingga semua pihak saling berkunjung dan bisa saling berkolaborasi.

“Hubungannya apa antara industri dan sekolah sehingga sampai di Adiwiyata Nasional, karena dengan kolaborasi tersebut kamiberkomunikasi. Sehingga tidak hanya di lembaga sekolah ini yang berusaha menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat tetapi juga dengan lingkungan sekitar khususnya di desa,” ungkapnya.

Rozi menegaskan dari sisi itu lah DLHK menilai bahwa lembaga ini berkolaborasi dengan stakeholder lingkungan sekitar. Dari situlah yang membuat nilai positif sehingga SDN Kedungturi sekarang menuju adiwiyata tingkat nasional. Sis

13-03-2026

5-5-2026