​Kreatif di Balik Jeruji: Warga Binaan Rutan Medaeng Cetak Donat hingga Sabun

Siska Prestiwati
16 Oct 2026 14:55
3 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Tembok tinggi rumah tahanan tidak pernah menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus berkarya. Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya atau yang populer dengan sebutan Rutan Medaeng, Waru, Sidoarjo, puluhan warga binaan dibekali beragam keterampilan produktif yang bernilai ekonomis tinggi.

​Mulai dari memproduksi aneka roti dan donat, meracik nasi bakar khas Nusantara, hingga memproduksi sabun cuci piring siap pasar, semuanya dikerjakan langsung oleh para warga binaan. Program pembinaan kemandirian ini tidak hanya dirancang sebagai pengisi waktu luang, melainkan sebagai tiket emas agar mereka kelak mandiri dan siap berwirausaha setelah kembali ke tengah masyarakat.

​Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa pihaknya secara konsisten menggembleng para warga binaan melalui berbagai kegiatan kerja yang disesuaikan dengan potensi dan minat masing-masing individu.

​”Semua itu bertujuan memberikan keterampilan atau skill bagi warga binaan di Rutan Surabaya. Mudah-mudahan dengan adanya pembekalan ini, setelah bebas nanti mereka bisa mengembangkan keterampilannya di luar,” ujar Tristiantoro saat ditemui, Jumat (16/10/2026).

​Saat ini, tercatat ada sekitar 69 warga binaan yang aktif terlibat dalam berbagai bidang kerja produktif. Mulai dari lini produksi makanan dan minuman, pembuatan sabun, layanan barbershop, jasa laundry, hingga pengerjaan perakitan komponen produk milik pihak ketiga—termasuk pesanan yang berkaitan dengan kebutuhan industri PT Pindad.

​Dari Dapur Rutan hingga Pasar Luar

​Sektor kuliner menjadi salah satu lini yang paling sibuk dan diandalkan. Setiap harinya, dapur rutan mampu menelurkan sekitar 500 buah donat segar. Selain itu, warga binaan juga rutin memproduksi roti abon, aneka gorengan, hingga nasi bakar dengan varian lauk menggugah selera.

​Produk-produk kuliner lezat ini dipasarkan secara langsung melalui koperasi rutan. Tidak hanya dinikmati oleh internal rutan, masyarakat luas juga bisa memesannya untuk berbagai keperluan, mulai dari konsumsi harian hingga acara keluarga dan hajatan besar.

​Soal harga, Rutan Medaeng mematok banderol yang sangat ramah di kantong. Satu kotak berisi enam buah donat dihargai Rp 30 ribu, satu kotak roti abon seharga Rp 50 ribu, sementara nasi bakar dipasarkan berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per porsi. Khusus untuk roti abon, pihak rutan menerapkan sistem made by order demi menjaga kesegaran dan kualitas rasa mengingat daya tahannya yang terbatas.

​Tidak hanya sektor bakery dan kuliner, tangan-tangan kreatif warga binaan juga sukses meracik sabun cuci piring berlabel Smart Clean Rusabaya. Produk kebersihan rumah tangga ini bahkan telah menembus pasar luar rutan dan menjadi langganan tetap sejumlah warung makan di Sidoarjo dan sekitarnya.

​”Untuk bakery dan kuliner dipasarkan di dalam rutan, sedangkan sabun cuci perabotan rumah tangga kami jual ke luar,” jelas Tristiantoro.

​Kantongi “Gaji” Selama di Dalam Bui

​Lebih dari sekadar pelatihan keahlian, program pembinaan ini dirancang berorientasi pada kesejahteraan. Setiap warga binaan yang terlibat aktif dalam proses produksi berhak mendapatkan imbalan finansial atas jerih payah mereka.

​”Kalau di luar istilahnya gaji, tetapi di sini disebut premi. Mereka mendapatkan penghasilan dari produk yang dihasilkan di dalam rutan,” terang Tristiantoro.

​Bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya yang tertarik memesan produk-produk hasil karya warga binaan Rutan Medaeng, pemesanan dapat dilakukan dengan mudah melalui layanan WhatsApp resmi atau dengan memantau akun Instagram resmi @rutan_surabaya.

​Melalui langkah nyata ini, Tristiantoro berharap stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana bisa terkikis perlahan. Ia menegaskan bahwa kesalahan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya; di balik jeruji besi, kreativitas dan inovasi tetap bisa tumbuh subur.

​”Harapan kami, kegiatan ini bisa memotivasi warga binaan sekaligus mengubah stigma negatif masyarakat. Meski sedang menjalani hukuman, kreativitas dan keterampilan mereka tetap bisa kami fasilitasi melalui kegiatan yang positif,” tandasnya.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
Baca Juga
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia