
Sidoarjo (aksaraindonesia.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo mengaku kecewa dengan kegagalan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo dalam mempertahankan posisi runner-up dalam Porprov 2025. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Dhamroni Chudlori saat hearing dengan KONI dan Dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata kabupaten Sidoarjo, Senin (14/07/2025).
“Anda mengakui apa tidak, bahwa KONI Sidoarjo gagal mempertahankan posisi runner-up pada Porprov 2025 ini, ” tanya Dhamroni ke Ketua KONI Sidoarjo Imam Mukri yang baru saja memberikan paparan.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meradang saat Ketua KONI Sidoarjo, Imam hanya memaparkan program kerja dan belum mengakui ketidakmampuan KONI Sidoarjo dalam mempertahankan posisi runner up Kabupaten Sidoarjo pada Porpov 2023 lalu di Porprov 2025 ini.
“Kami menyetujui anggaran Rp 16.5 M untuk mempertahankan posisi runner up dan posisi Sidoarjo saat ini peringkat ketiga. Gitu kok gak mau mengakui kalau gagal, ” ucap Dhamroni sambil meninggalkan forum hearing.
Ditempat yang sama, Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo, Zahlul Yussar mengatakan bahwa pihaknya menerima banyak laporan tentang fasilitas yang diterima atlet saat Porprov berlangsung yang dinilai sangat memprihatinkan.
“Bahkan ada yang sampai menggadaikan BPKB untuk cabor mereka dan sampai hari ini belum ditebus, ” ungkap Yussar.
Sangat ironis, sambung Yussar, anggaran sebesar Rp 16.5 milliar yang harusnya dipergunakan peningkatan prestasi atlet. Namun bila dana tersebut tidak sampai ke cabor bagaimana prestasi atlet bisa meningkat.
“Semua ini kalau saya liat karena komunikasi yang kurang bahkan Ketua KONI tidak kenal dengan pengurus cabor, ” tegasnya.
Anggota Komisi D, Pratama Yudiarto mengungkapkan pihaknya sudah menduga prestasi atlet Sidoarjo akan turun pada Porprov 2025 akan turun. Sebab, sejak awal persiapan porprov bukannya dipersiapkan dengan matang untuk para atletnya tetapi para petinggi KONI malah sibuk dengan urusan non porprov.
“Ketua KONI Cukup satu kata jadilah gentlemen. Bapak cukup minta maaf, mengakui kalah dan kami belajar maka akan enak dan kami DPRD bisa memberikan solusi dan mencari solusi bersama-sama, ” tegas Pratama.
Sementara itu, Wakil ketua Komisi D Bangun Winarso menambahkan untuk urusan Porprov 2025 diharapkan KONI Sidoarjo segera menyelesaikan dan memanggil seluruh Cabor untuk meningkatkan komunikasi dan kordinasi agar pada Porprov 2027 bisa lebih baik lagi.
“Atlet itu kan tidak instan, untuk menjaring bibit bibit-bibit baru, seyogyanya KONI menggelar lomba tingkat kecamatan, ” pungkasnya. Sis