Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Diwarnai Ketegangan, Keluarga Keluhkan Lambannya Proses

Siska Prestiwati
3 Oct 2025 17:15
2 minutes reading

Sidoarjo – Harapan keluarga korban runtuhnya mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, agar sanak mereka segera ditemukan, berubah jadi ketegangan. Pada Jumat (3/10/2025) sore, mereka meluapkan kekecewaan karena merasa proses evakuasi berjalan lamban.

Keributan bermula ketika keluarga korban mendatangi Posko Gabungan sekitar pukul 16.20 WIB. Mereka mendesak diizinkan ikut terlibat dalam proses evakuasi, karena menilai penggunaan alat berat selama lima hari terakhir belum memberikan hasil maksimal.

“Sudah lima hari kami menunggu, tapi tidak ada kepastian. Masa kami hanya disuruh menunggu di posko,” keluh salah satu keluarga korban.

Keluarga yang lain menambahkan kemarin malam saja, pihak keluarga meminta agar proses evakuasi tetap dijalankan dan ada hasilnya. Bila memang kekurangan tenaga, pihak keluarga siap untuk membantu agar anggota keluarga yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bisa segera di evakuasi.

Kekecewaan itu membuat keluarga mencoba menerobos garis polisi untuk menuju area reruntuhan. Namun langkah mereka dihadang aparat gabungan yang menegaskan kondisi bangunan masih berbahaya. Perdebatan pun tak terelakkan dan berlangsung sekitar 20 menit.

“Adik saya ada di dalam sana, sudah lima hari,” teriak salah seorang keluarga korban dengan nada emosional.

Petugas akhirnya memperbolehkan dua orang perwakilan keluarga masuk untuk melihat kondisi reruntuhan, sementara lainnya tetap diminta menunggu di luar. Setelah keduanya kembali, keluarga korban masih menyampaikan keluhan terkait lambannya proses evakuasi. Sekitar pukul 17.00 WIB, mereka akhirnya membubarkan diri dan kembali ke posko.

Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Frizer, menjelaskan bahwa penggunaan crane dalam evakuasi memang membutuhkan waktu lebih lama karena harus ekstra hati-hati.

“Kalau alat berat digunakan sembarangan, risikonya bisa menimbulkan runtuhan susulan. Tulangan besi bangunan ini saling terkoneksi, bukan hanya ke bangunan utama tapi juga ke bangunan lain di sisi selatan,” terangnya.

13-03-2026

5-5-2026