RSU Assakinah Medika Diresmikan Sejumlah Tokoh Penting

Siska Prestiwati
8 Jul 2025 14:18
3 minutes reading

Sidoarjo (aksaraindonesia.id) – Gedung Rumah Sakit Umum (RSU) AS sakinah Medika yang terletak di Jalan Kebon Agung, Sukodono Kabupaten Sidoarjo diresmikan oleh sejumlah tokoh penting nasional. Secara bersamaan, gedung berlantai itu diresmikan dengan penekanan tombol yang dilakukan secara bersama. Diantaranya oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Prof. Sukadiono, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan dr. Andi Afdal Abdullah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo Prof. Dzo’ul Milal serta Ketua PCM Sepanjang Dr. Sam’un dan Sekda Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak turut hadir dalam peresmian tersebut.

RSU Assakinah Medika ini dikelola oleh PC Muhammadiyah Sepanjang setelah dilakukan akuisisi pada September 2023 lalu. Gedung kemudian dibangun ulang hingga 5 lantai dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan, seperti IGD, Medical Check Up, Instalasi Bedah dan Trauma Center serta sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir mengharapkan dengan adanya RSU Assakinah Medika ini bisa terus meningkatkan kualitas layanan dan bisa memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.

“Rumah sakit dibawah naungan Muhammadiyah memiliki prinsip apa yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan, yaitu menolong orang dengan cara berbagi peduli dan mau memberdayakan, “,” kata Prof. Dr. Haedar Nashir di Sidoarjo, Selasa (8/7/2025).

Muhammadiyah ingin setiap rumah sakit ataupun instusi pelayanan kesehatan bisa terintegrasi dengan pemerintah dan swasta. sekarang tidak lagi berada di era kompetisi secara tidak sehat, apalagi berjalan sendiri-sendiri.

“Rumah-rumah sakit Muhammadiyah memerlukan kerjasama dengan pemerintah, tapi rumah sakit pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan rumah sakit swasta. Makanya kita berharap kebijakan pemerintah baik dalam kesehatan maupun pendidikan tidak boleh ada deskriminasi,” pintanya.

Menurut Prof Haedar, kalau bidang kesehatan maupun pendidikan yang dikelola oleh swasta mati, tidak berkembang karena kebijakan yang deskrimatif maka yang rugi adalah negara.

Apalagi, swasta seperti Muhammadiyah yang sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka dan ormas berbasis keagamaan yang tidak mengejar profit maupun investasi.

“Kami ini (Muhammadiyah) merupakan ormas yang justru memihak kepada kepentingan masyarakat dan kepentingan negara. Sudah tahu lah (kontribusi pada negara) kita tidak perlu menjelaskan,” imbuhnya.

Dalam acara peresmian RSU Assakinah Medika ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dan Sekda Pemkab Sidoarjo Fenny Apridawati serta dari BPJS Kesehatan.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak mengapresiasi adanya RSU Assakinah Medika bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin tinggi, maka dibutuhkan juga pelayanan dan kualitas kesehatan semakin baik.

Kalau dulu mungkin ada penyakit yang penanganan tidak bisa dilakukan disini, sekarang sudah bisa. Sehingga sangat penting mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Adanya rawat inap dan rawat jalan disini merupakan wujud nyata Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” ujar Emil yang disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir. Sis

13-03-2026

5-5-2026