

Pacitan (Aksaraindonesia.id) — Jelang peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur, Rumah Sakit (RS) KORPRI Pura Raharja memastikan diri ambil bagian dengan menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Rangkaian acara puncak Hari Santri 2026 ini dipusatkan di Lapangan Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, pada Kamis (22/10/2026) pukul 08.00 WIB, dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Upacara akbar tersebut dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur selaku inspektur upacara.
Siagakan Layanan Kesehatan bagi Ribuan Peserta
Menyadari skala acara yang dihadiri oleh ribuan santri, tamu undangan, dan masyarakat di lapangan terbuka, RS KORPRI Pura Raharja menyiapkan posko dan layanan pemeriksaan kesehatan komprehensif.
Direktur RS KORPRI Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, Sp.JP, menyampaikan bahwa keikutsertaan rumah sakit ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta dukungan penuh terhadap syiar Hari Santri di Jawa Timur.
“Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat yang hadir di Pondok Tremas untuk memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebaik-baiknya,” ujar dr. Makhyan.
Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengakses dua jenis pemeriksaan utama, yaitu:
Smart Electrocardiogram (ECG): Untuk mendeteksi dini kelainan irama jantung.
Body Impedance Analysis (BIA): Untuk menganalisis komposisi tubuh secara menyeluruh, meliputi kadar lemak, air, massa tulang, hingga protein.
Melalui pemeriksaan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh acuan yang tepat untuk memulai pola hidup sehat sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.
Rangkaian Acara dan Tokoh Penting yang Hadir
Peringatan Hari Santri 2026 di Jawa Timur ini dikemas dalam rangkaian kegiatan yang khidmat sekaligus meriah. Setelah upacara bendera pada Kamis (22/10), rangkaian acara akan ditutup keesokan harinya, Jumat (23/10/2026), melalui agenda doa, dzikir, dan shalawat bersama Gus H.M. Iqdam.
Sejumlah tokoh penting turut dipastikan hadir dalam upacara di Pondok Tremas Pacitan, di antaranya:
Dr. Agung Subagyo, S.STP. (Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jatim) sebagai perwira upacara.
Ahmad Dawami Ragil Saputro (Komandan Satkorwil Banser Jawa Timur) sebagai pimpinan upacara.
Selain itu, kemeriahan upacara juga akan diwarnai oleh penampilan para santri Perguruan Islam Pondok Tremas yang bertugas membacakan UUD 1945 serta ikrar santri, serta iringan paduan suara dari Paragita Al Mundjid Choir Jombang.
Refleksi dan Makna Hari Santri
Penetapan Hari Santri Nasional yang berakar dari Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 didasari oleh peristiwa bersejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menggerakkan para santri dan ulama untuk gigih mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada perayaan tahun 2026 ini, logo khusus diluncurkan untuk merepresentasikan semangat kebersamaan dan keseimbangan nilai. Bentuk anyaman pada logo menyimbolkan eratnya persatuan antara santri, pesantren, dan masyarakat luas. Sementara itu, perpaduan warna biru toska dan sentuhan keemasan mencerminkan semangat pembaruan menuju visi besar Indonesia Emas.

