Kisah Nakes TNI di Sidoarjo Ubah Pekarangan Jadi Bisnis Herbal

Siska Prestiwati
4 Aug 2026 07:30
3 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pemanfaatan lahan marginal menjadi ladang budidaya herbal oleh UMKM Herbaroso di Dusun Girang, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Selasa (4/8). Produk olahan teh daun kumis kucing tersebut dinilai mampu membangkitkan ekonomi warga sekaligus menjadi solusi kesehatan masyarakat.

​Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana memantau langsung proses pengolahan hingga ikut memanen daun kumis kucing di lahan seluas 500 meter persegi milik Herwanto. Ia memuji langkah inovatif ini dan berharap Desa Wonokupang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan lahan tidak produktif.

​”Tanaman Toga itu sebenarnya banyak sekali, tetapi kita mulai dengan tanaman kumis kucing. Ini adalah salah satu contohnya, dengan menanam tanaman kumis kucing bisa menghasilkan uang. Perputaran perekonomian di desa ini Insya Allah akan lebih cepat,” ujar Mimik.

​Ia menekankan pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan tidur yang mangkrak agar memiliki nilai guna dan bernilai ekonomis tinggi.

​”Ini harus kita kembangkan dan ini udah ada salah satu contohnya. Ayo ben desa-desa liyane melok-melok. Karena di desa itu banyak sekali lahan-lahan yang tidak berfungsi. Nah ayo dimanfaatkan,” ajaknya.

​Mimik menambahkan, selain bernilai ekonomis, konsumsi herbal kumis kucing terbukti berkhasiat bagi kesehatan tubuh, mulai dari pencegahan hingga membantu pengobatan.

​”Manfaat tumbuhan kumis kucing ini sangat bagus sekali bagi kesehatan, murah meriah, cukup diseduh, khasiatnya langsung topcer,” ucapnya.

​Berawal dari Keprihatinan Kasus Ginjal

​Pemilik Herbaroso, Herwanto, mengungkapkan bahwa idenya memproduksi teh daun kumis kucing berawal dari keprihatinannya atas melonjaknya kasus gagal ginjal di Indonesia. Sebagai anggota TNI AL aktif yang berlatar belakang tenaga kesehatan, ia tergerak untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

​”Saya seorang nakes, jadi saya harus berupaya menolong masyarakat walaupun tanpa dukungan siapapun. Terciptalah ini karena teh kumis kucing ini komposisinya nomor satu,” ungkap Herwanto.

​Meski sempat kesulitan mendapatkan bibit awal, Herwanto kini berhasil membudidayakannya di pekarangan rumah. Selain menjaga kesehatan ginjal, tanaman ini ampuh meredakan hipertensi, kadar gula darah, hingga asam urat dan rematik.

​Prospek Bisnis Budidaya Kumis Kucing

​Herwanto menjelaskan bahwa budidaya kumis kucing relatif bebas kendala karena tanaman ini bersifat antihama sehingga tidak memerlukan pestisida.

​Masa Panen: Panen pertama dapat dilakukan 1,5 bulan setelah tanam, dan dapat terus dipanen berkala selama masa produktif 2–3 tahun.

​Perawatan: Sangat mudah, cukup pemberian pupuk rutin, penyiraman, serta pembersihan gulma secara berkala.

​Kemitraan: Saat ini Herwanto telah bermitra dengan sekitar 10 petani lokal dan mampu menyerap 700–800 kg daun kumis kucing per bulan dengan harga pasokan daun basah tercacah Rp 3.000 per kg.

​”Daripada nandur yang lain mending nandur tanaman kumis kucing, karena tidak ada yang namanya hama. Semisal modal pertama itu bisa kembali antara setengah sampai 1 tahun, 2 tahun selanjutnya adalah untung sampeyan. Langsung potong, kirim ke rumah saya,” pungkas Herwanto

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia