

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta belajar implementasi pembangunan Zona Integritas (ZI) ke Kanwil Kemenag Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari strategi Jatim yang dinilai berhasil mengantarkan sejumlah satuan kerja meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) hingga Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rombongan Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha Khairani diterima Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim Syaikhul Hadi di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Jumat (17/7/2026).
Sebelum berdiskusi, rombongan meninjau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kemenag Jatim. Mereka mengapresiasi fasilitas pelayanan yang dinilai ramah masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas. Fasilitas tersebut meliputi buku layanan huruf Braille, kursi roda, jalur khusus disabilitas, area bermain anak hingga pojok baca.
Syaikhul Hadi menjelaskan pembangunan Zona Integritas di Kanwil Kemenag Jatim telah dimulai sejak 2018 melalui komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Program tersebut kemudian diperkuat dengan pembentukan PTSP, pemetaan target kinerja, kontrak kinerja, hingga penetapan satuan kerja percontohan menuju WBK dan WBBM.
“Program ini terus kami evaluasi dan sempurnakan setiap tahun. Seluruh stakeholder dilibatkan agar pelaksanaan pembangunan Zona Integritas semakin efektif dan mampu menghasilkan perubahan yang nyata,” kata Syaikhul Hadi.
Menurutnya, pada 2024 pembinaan semakin diperkuat melalui monitoring dan evaluasi berkala, pendampingan intensif, serta pemanfaatan platform digital untuk pelaporan dan pemantauan perkembangan pembangunan Zona Integritas.
Hasilnya, pada 2024 sebanyak 10 Kantor Kemenag kabupaten/kota dan enam madrasah lolos ke Tim Penilai Pendahulu (TPP). Dari jumlah tersebut, tujuh Kantor Kemenag dan enam madrasah melaju ke Tim Penilai Internal (TPI), sedangkan empat Kantor Kemenag dan tiga madrasah berhasil menembus Tim Penilai Nasional (TPN).
Capaian itu meningkat pada 2025. Dua Kantor Kemenag kabupaten/kota berhasil meraih predikat WBK, sedangkan satu madrasah memperoleh predikat WBBM. Selain itu, 25 Kantor Kemenag kabupaten/kota dan 12 madrasah diusulkan ke TPP, sementara 13 Kantor Kemenag dan tujuh madrasah lolos ke tahap TPI.
“Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran. Komitmen, konsistensi, serta pendampingan yang berkelanjutan menjadi faktor utama dalam membangun budaya kerja yang berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, Khairani mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kanwil Kemenag DKI Jakarta memperkuat implementasi Zona Integritas di wilayahnya.
“Kami berharap dapat memperoleh berbagai praktik baik, strategi pembinaan, serta pengalaman yang telah berhasil diterapkan di Jawa Timur,” ujarnya.
Khairani mengatakan Kanwil Kemenag DKI Jakarta membawahi lima kota administrasi dan satu kabupaten administrasi dengan sekitar 7.800 aparatur sipil negara (ASN). Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Ia mengaku tertarik mempelajari strategi Kanwil Kemenag Jatim, mulai dari pembinaan, penyusunan eviden, penguatan enam area perubahan, pelaksanaan workshop hingga menjaga keberlanjutan implementasi Zona Integritas.
“Kami melihat Jawa Timur memiliki banyak satuan kerja yang berhasil meraih predikat WBK dan WBBM. Hal ini menjadi inspirasi bagi kami untuk memperkuat implementasi Zona Integritas di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta,” pungkasnya.

