RSUD Dr Soetomo Kebakaran: 44 Pasien Selamat, Satu Pasien Kritis Tak Tertolong

Lusiana Rujiatini
15 May 2026 11:26
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jumat (15/5), memicu proses evakuasi besar-besaran. Total 44 pasien berhasil dipindahkan ke area pelayanan lain, namun satu pasien kritis meninggal dunia dalam proses penanganan.

Kepala Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Martha Kurnia K, mengatakan keselamatan pasien dan seluruh pihak di rumah sakit menjadi prioritas utama.

“Hingga saat ini, sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat menuju area pelayanan lain yang telah disiapkan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Para pasien dipindahkan ke Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, Ruang Buffer IGD, serta ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT). Begitu insiden terdeteksi, rumah sakit langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta BPBD.

Dalam 30 menit pertama, struktur komando darurat dibentuk, meliputi koordinator api, koordinator evakuasi pasien, koordinator pengamanan peralatan medis, dan koordinator pengamanan dokumen. Evakuasi dilakukan sesuai kondisi klinis masing-masing pasien dan diawasi tenaga medis.

Dua pasien yang berada di ICCU mendapat penanganan khusus karena memakai ventilator. Keduanya dipindahkan ke Ruang Resusitasi IGD. Satu pasien berhasil distabilkan, sementara satu lainnya meninggal dunia.

“Pasien tersebut menjalani operasi jantung dan dalam kondisi kritis, menggunakan ventilator serta menjalani hemodialisis,” jelas Martha.

Terkait penanganan api, pihak RSUD Dr Soetomo menyebut petugas internal telah melakukan pemadaman awal sebelum DPKP datang. Respons cepat itu disebut berhasil mencegah api merembet ke area lain.

Saat ini kondisi lokasi kejadian telah dinyatakan aman, dan penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan beberapa penyesuaian operasional di area terdampak.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menegaskan kematian pasien bukan akibat asap atau dampak kebakaran.

“Meninggal karena penyakit. Kondisi pasien memang sudah kritis dengan gangguan pada paru-paru, jantung, dan ginjal. Jadi bukan karena paparan asap,” tegasnya.

Manajemen RSUD Dr Soetomo memastikan terus mengevaluasi sistem keamanan dan keselamatan untuk mencegah kejadian serupa serta menjamin pelayanan tetap optimal.

 

13-03-2026

5-5-2026