
Sumenep (Aksaraindonesia.id) — Seorang nenek bernama Jumaiya (76), warga Dusun Libilyan, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 25 meter di Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Senin (27/4) sekitar pukul 14.15 WIB.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan tim yang tiba di lokasi langsung melakukan penilaian situasi untuk menentukan metode evakuasi paling aman.
“Evakuasi dilakukan menggunakan teknik vertical rescue. Satu personel diturunkan ke dalam sumur dengan sistem lowering untuk menjangkau korban,” ujar Nanang dalam keterangannya.
Evakuasi Gunakan Teknik Khusus
Setelah korban berhasil dijangkau di dasar sumur, proses pengangkatan dilakukan secara bertahap dengan teknik lifting. Sistem tali dan anchor dipasang untuk memastikan keamanan petugas selama proses berlangsung.
Komandan tim rescue Pos SAR Sumenep, Nurul Imam, menjelaskan proses evakuasi tidak berjalan mudah. Diameter sumur yang sempit membuat ruang gerak terbatas, sementara kondisi di dalam sumur juga berisiko.
“Selain sempit, ada potensi gas beracun di dalam sumur. Petugas yang turun dilengkapi alat bantu pernapasan untuk mengantisipasi hal tersebut,” jelasnya.
Sempat Terkendala Kerumunan Warga
Proses evakuasi juga sempat terkendala banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian. Antusiasme masyarakat membuat area sekitar tidak sepenuhnya steril dan memperlambat pergerakan tim.
Meski begitu, proses evakuasi akhirnya berhasil diselesaikan. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim SAR Pos Sumenep, BPBD, TNI-Polri, layanan darurat 112, perangkat desa, hingga warga setempat.