Semeru Erupsi, Tim SAR Bergerak Cepat Evakuasi Warga dan Pendaki

Siska Prestiwati
20 Nov 2025 07:29
3 minutes reading

Lumajang (Aksaraindonesia.id) – Penanganan darurat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sejak Rabu (19/11/2025) malam hingga Kamis dini hari, sejumlah personel diterjunkan untuk memantau situasi, melakukan koordinasi lapangan, serta membantu proses evakuasi warga yang terdampak.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan satu tim rescue Pos SAR Jember langsung diberangkatkan pascaerupsi sebagai tim aju untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait, memantau situasi, hingga membantu evakuasi warga terdampak.

“Malam harinya, satu tim rescue dari Pos SAR Jember kembali dikerahkan ke Lumajang guna dukungan personil dan peralatan pendukung,” ujar Nanang.

Sekitar pukul 23.00 WIB, tim rescue Pos SAR Jember berkoordinasi dengan Balai Besar TNBTS di Pos Pendakian Ranupani. Koordinasi dilakukan terkait keberadaan 187 pendaki yang masih berada di area perkemahan Ranu Kumbolo. Data TNBTS menyebutkan pendaki terdiri dari 129 pendaki umum, 1 petugas, 2 orang SAVER, 24 PPGST, 25 porter, dan 6 orang dari Kementerian Pariwisata.

Pada Kamis (20/11/2025) pukul 01.05 WIB, tim rescue kedua Pos SAR Jember bergerak menuju kawasan Candipuro untuk berkoordinasi dengan BPBD Lumajang dan unsur SAR lain terkait evakuasi warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Pronojiwo, bernama Dimas (50), yang mengalami luka bakar.

Koordinator Pos SAR Jember, Prahista Dian, menyebut korban awalnya dievakuasi warga dan relawan. Tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi estafet hingga bertemu pada pukul 02.40 WIB, sebelum korban dirujuk ke Puskesmas Pasirian.

PVMBG mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Akibat erupsi ini, tiga warga mengalami luka bakar. Dua di antaranya, Normawati (42) dan Hariyono (49), mengalami luka bakar grade 2 saat melintas di Jembatan Curah Kobokan dan kini dirawat di RSUD Haryoto Lumajang. Sementara Dimas (50) mengalami luka bakar grade 1.

BPBD Lumajang mencatat dua kecamatan terdampak yakni Pronojiwo dan Candipuro. Total 956 warga mengungsi, dan pendataan masih berlangsung. Para pengungsi tersebar di sejumlah titik, seperti SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, serta Kantor Kecamatan Candipuro.

Penanganan bencana melibatkan berbagai pihak, di antaranya PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BPBD Lumajang, Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Jember, TNI-Polri, relawan Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, pemerintah desa, dan relawan lainnya.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak, tidak berada dalam radius 8 km dari kawah Gunung Semeru, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sungai-sungai berhulu di puncak.

13-03-2026

5-5-2026