Menteri Haji Ingatkan: Stop Ego Instansi, Layani Jemaah!

Efif Yuliati
14 Jan 2026 12:30
2 minutes reading

Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memberikan peringatan keras kepada seluruh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M. Ia meminta seluruh personel meninggalkan ego instansi dan fokus penuh pada pelayanan jemaah.

Arahan itu disampaikan Gus Irfan saat memimpin apel pagi peserta Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1). Ia menegaskan, petugas tidak boleh membawa kultur “melayani pimpinan” seperti di kantor masing-masing.

“Petugas di Arab Saudi bukan ajudan atau staf instansi asal. Tugas Anda hanya satu: memastikan jemaah nyaman dan ibadahnya lancar,” tegas Gus Irfan di hadapan ratusan peserta.

Ia juga menyebut petugas wajib mengesampingkan kepentingan pribadi, termasuk urusan ibadah sunnah yang berpotensi bertabrakan dengan jadwal pelayanan.

Kuota Petugas Perempuan Naik

Pada musim haji 2026, pemerintah menambah porsi petugas perempuan menjadi lebih dari 30 persen atau 531 orang. Mereka akan memperkuat layanan umum dan pembimbingan ibadah, terutama untuk mendukung pelayanan ramah lansia yang menjadi fokus bimtek tahun ini.

Sidak Menu Makanan Petugas

Di sela kegiatan, Gus Irfan melakukan inspeksi mendadak ke dapur konsumsi tanpa pemberitahuan. Langkah itu diambil untuk memastikan standar gizi petugas tercukupi sebelum ditugaskan ke Arab Saudi.

“Saya datang tiba-tiba agar lihat kondisi sebenarnya. Asupan petugas harus layak karena mereka akan menghadapi pekerjaan berat di lapangan,” ujarnya setelah meninjau menu yang terdiri dari daging, tempe, sayur, dan buah.

Antisipasi Aturan Ketat Saudi

Menanggapi ketentuan kesehatan dari Pemerintah Arab Saudi, Gus Irfan meminta Pusat Kesehatan Haji memperketat skrining sejak di Indonesia. Ia khawatir pemeriksaan acak di Bandara Jeddah dapat membuat jemaah dipulangkan jika dinilai tidak memenuhi syarat kesehatan.

“Lebih aman kalau diperiksa serius sejak di sini. Jangan sampai ada jemaah yang gagal berangkat karena temuan mendadak di Saudi,” katanya.

Gus Irfan menegaskan, kualitas pelayanan para petugas akan menjadi penentu suksesnya penyelenggaraan haji 2026. Ia berharap seluruh personel mampu bekerja profesional, termasuk dalam menangani jemaah dari daerah berpopulasi besar seperti Jawa Timur.

13-03-2026

5-5-2026