
Tulungagung (Aksara Indonesia.id) – Upaya pencarian intensif terhadap Muhammad Attaya Ulun (20) yang hilang di Pantai Sine, Tulungagung, membuahkan hasil. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan pencarian selama dua hari.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi bahwa jenazah korban ditemukan di sekitar area karang perairan Pantai Sine.
”Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. Penemuan ini berawal dari informasi personel potensi SAR yang melihat adanya jenazah di sisi karang,” kata Nanang dalam keterangannya, Senin (10/2/2026).
Proses Evakuasi dan Kendala di Lapangan
Begitu mendapat laporan, tim langsung bergerak cepat menuju titik penemuan untuk memastikan identitas dan mengevakuasi korban. Nanang menyebut proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Setelah berhasil dibawa ke daratan, jenazah Attaya langsung dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk proses penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua Unit SAR (Search and Rescue Unit). SRU air pertama menyisir permukaan laut menggunakan perahu karet seluas 1,43 mil laut, sementara SRU kedua melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, mengungkapkan bahwa tim penyelam sempat mengalami kesulitan saat mencari korban di bawah air.
”Tantangan utama kami adalah jarak pandang. Kondisi visibilitas yang rendah di bawah permukaan air menjadi kendala bagi penyelam,” ujar Bayu.
Libatkan Puluhan Personel Gabungan
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi besar dari berbagai unsur. Selain Pos SAR Trenggalek, unsur yang terlibat antara lain BPBD Tulungagung, Pos TNI AL Popoh, Satpolairud Popoh, Polsek dan Koramil Kalidawir, BAGANA, hingga bantuan dari nelayan serta warga setempat.
Selama proses pencarian, tim darat juga dikerahkan untuk melakukan penyisiran visual di sepanjang pesisir pantai dan menyebarkan informasi kepada warga sekitar. Kini, dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan berakhir.