Dari Kafe ke Kebijakan: RPS Dorong Aspirasi Warga Sidoarjo Didengar Pemimpin

Siska Prestiwati
30 Dec 2025 22:25
3 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Menjelang pergantian tahun, WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo (RPS) menginisiasi pertemuan refleksi akhir tahun yang menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk menyuarakan harapan mereka kepada para pemimpin daerah. Pertemuan bertajuk “Refleksi Akhir Tahun 2025: Harapan Masyarakat Sidoarjo pada Pemimpin” itu digelar di Caffe Pawon Cinday 94, Selasa (30/12/2025) malam.

Acara yang diprakarsai Sujani, S.Sos—tokoh masyarakat yang akrab disapa Bupati Swasta sekaligus Ketua Grup RPS—menjadi ruang diskusi terbuka bagi komunitas, LSM, ormas, jurnalis, hingga perwakilan partai politik. Mereka duduk bersama, berbagi pandangan, dan merangkum kegelisahan serta harapan terkait arah pembangunan Sidoarjo ke depan.

Sujani menegaskan, refleksi ini bukan sekadar pertemuan seremonial. “Ini ruang bersama untuk menyatukan aspirasi masyarakat. Harapannya, para pemimpin ke depan mampu mendengar suara rakyat, bekerja transparan, dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada masyarakat luas,” ujarnya.

Sujani menjelaskan mengatakan kegiatan ini telah digelar untuk ketiga kalinya sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Ia menilai momentum refleksi kali ini menjadi semakin penting karena ada banyak hal yang perlu disampaikan langsung kepada bupati dan wakil bupati.

“Tujuannya sama, kami ingin ikut berkontribusi dalam pembangunan Sidoarjo. Apalagi di era kepemimpinan sekarang, ada banyak catatan dan aspirasi yang perlu kami sampaikan. Karena itu semua unsur—mulai ketua parpol, ketua LSM, paguyuban,media, ormas sampai ketua komunitas—kami hadirkan malam ini,” jelas pria yang akrab dipanggil buwas ini usai acara.

Ia menegaskan persoalan di Sidoarjo tidak bisa ditangani pemerintah daerah seorang diri. “Harapan kami semua pihak bisa memberikan sumbangsih terbaik. Permasalahan di Sidoarjo tidak selesai hanya oleh bupati dan wakil bupati, tapi butuh keterlibatan semua pihak,” tuturnya kepada sejumlah insan media yang hadir.

Sujani juga menyebut ada yang berbeda pada refleksi tahun ini. Jika tahun sebelumnya hanya melibatkan anggota internal WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo (RPS), kali ini panitia mengundang seluruh ketua organisasi di luar grup tersebut untuk memberi ruang aspirasi lebih luas.

“Selama ini banyak pandangan dan uneg-uneg mereka yang tidak tersampaikan atau kurang diperhatikan pemerintah jika disampaikan satu per satu. Maka malam ini kami kumpulkan semuanya, agar apa yang kami suarakan benar-benar didengar,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa RPS akan terus konsisten menjadi ruang publik yang aktif mengawal kepentingan masyarakat. “RPS akan tetap istiqomah, terus mengabdi, dan mendorong kemajuan Sidoarjo—bahkan Indonesia pada umumnya,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Adam Rusadi, menegaskan pihaknya akan terus memantau sekaligus menuntut realisasi 14 program yang pernah dijanjikan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Ia menilai komitmen kampanye tersebut harus diwujudkan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga.

“Kami akan terus mengingatkan pemerintah daerah terkait janji-janji yang pernah disampaikan. Harapannya, seluruh program itu benar-benar dijalankan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo,” ujar Adam.

Sementara itu, dari unsur partai politik lainnya, perwakilan Partai Demokrat, Harjo Pria atau yang akrab dipanggil Cak Jo, menyampaikan pentingnya soliditas antarpimpinan daerah. Ia berharap hubungan Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD dapat kembali harmonis demi percepatan pembangunan.

“Kami ingin melihat Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD kembali kompak. Kalau semua pihak bersatu, pembangunan akan lebih mudah dijalankan dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Cak Jo.

13-03-2026

5-5-2026