Mensos Gus Ipul Kunjungi Haikal: “Kami Akan Terus Dampingi Sampai Pulih”

Siska Prestiwati
10 Oct 2025 11:03
2 minutes reading

Sidoarjo ( aksaraindonesia.id) – Di ruang HCU RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, tatapan lembut Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tertuju pada Syailendra Haikal, santri yang tengah berjuang pulih usai kakinya diamputasi. Gus Ipul datang bukan hanya menjenguk, tapi juga memberikan semangat dan memastikan dukungan sosial bagi Haikal serta keluarganya.

“Kita tahu Haikal salah satu korban luka berat yang harus menjalani amputasi kaki kiri minggu lalu. Ini tentu membutuhkan perawatan dan pendampingan jangka panjang,” ujar Gus Ipul, kepada sejumlah wartawan Jumat (10/10/2025).

Gus Ipul memuji pelayanan medis di RSUD R.T. Notopuro yang dinilai sangat baik dan profesional. Ia menegaskan pemerintah akan terus hadir untuk para korban musibah ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, baik dari sisi medis, sosial, maupun psikologis.

“Kami di pemerintah — pusat, daerah, hingga kementerian terkait — terus berkolaborasi. Saat ini kita memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, fokusnya adalah mendampingi korban yang dirawat agar pulih secara fisik dan mental,” jelasnya.

Ia menyebut total korban dalam musibah itu mencapai 67 orang meninggal dunia, 24 luka berat, dan 74 luka ringan. Semua korban, kata Gus Ipul, akan mendapatkan perhatian penuh.

“Korban luka berat seperti Haikal akan didampingi hingga sembuh. Kami juga sudah siapkan bantuan mulai dari kaki palsu, kursi roda, hingga jaminan kesehatan dan pendidikan bagi keluarga terdampak,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD R.T. Notopuro dr Atok Irawan, Sp.P., M.Kes menjelaskan kondisi Haikal kini berangsur membaik. Namun, kabar hoaks yang beredar di media sosial sempat mengganggu psikologisnya.

“Beberapa waktu lalu ramai kabar Haikal kritis bahkan meninggal. Padahal, kondisinya semakin stabil. Ia masih dirawat di ruang HCU bukan karena kritis, tapi untuk menjaga tekanan darahnya agar tidak naik akibat stres bertemu banyak orang,” jelas Atok.

Menurutnya, Haikal kini sudah mulai memegang ponsel dan mengikuti perkembangan berita. Karena itu, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong yang dapat memperburuk kondisi psikologis korban.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat agar Haikal dan para korban lainnya bisa segera pulih, baik fisik maupun mentalnya,” tutup Atok

5-5-2026

Arsip Berita :