Ketua DPRD Sidoarjo Minta RS Layani Korban Mushola Ambruk Tanpa Ribet Administrasi dan Keuangan

Siska Prestiwati
30 Sep 2025 18:20
1 minutes reading

Sidoarjo (aksaraindonesia.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo tidak ingin kasus pasien meninggal hanya gara-gara administrasi dan keuangan. Untuk itu, Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, meminta rumah sakit yang menangani korban mushola Ponpes Al Khoziny Buduran ambruk agar memberikan pelayanan terbaik tanpa mempersoalkan administrasi.

“Korban harus diberikan layanan kesehatan terbaik dan kami akan meminta Dinas Kesehatan menangani hal ini dengan serius,” ungkap Abdillah usai Sidang Paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa (30/09/2025) sore.

Menurutnya, rumah sakit harus fokus pada penyelamatan korban, tak perlu memikirkan apakah pasien menggunakan BPJS atau tidak, serta tanpa membedakan korban warga Sidoarjo maupun luar daerah.

“Jangan hanya gara-gara urusan administrasi, kondisi korban semakin memburuk. Tim evakuasi sudah berusaha menyelamatkan korban dalam kondisi terbaik mereka maka rumah sakit pun juga harus memberikan layanan kesehatan terbaik agar korban segera pulih, ” tuturnya.

Abdillah menegaskan DPRD Kabupaten Sidoarjo akan berkoordinasi dengan instansi terkait soal administrasi dan biaya penanganan.

” Untuk warga Sidoarjo, seluruh biaya bakal ditanggung APBD. Sementara korban dari luar Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur agar semua korban tetap mendapat pelayanan maksimal. Rumah sakit sekali lagi fokus memberikan layanan kesehatan terbaik, “tegasnya.

13-03-2026

5-5-2026