Bekal Hidup Usai Bebas, WBP Lapas Sidoarjo Belajar Bikin Paving hingga Kelola Usaha

Siska Prestiwati
30 Jul 2026 15:00
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Deru mesin pengaduk semen terdengar dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Kamis (30/7/2026). Bukan proyek pembangunan, melainkan pelatihan yang diikuti puluhan warga binaan sebagai bekal untuk memulai hidup baru setelah bebas nanti.

Sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan pembuatan paving blok yang dipadukan dengan materi manajemen usaha. Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang digelar Lapas Kelas IIA Sidoarjo bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Dalam pelatihan itu, peserta tidak hanya belajar membuat paving blok, tetapi juga memahami cara mengelola usaha. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan baku, komposisi campuran, teknik pencetakan, proses pengeringan hingga pengendalian kualitas produk. Warga binaan juga dibekali pengetahuan tentang perhitungan biaya produksi, pemasaran, dan pengembangan usaha.

Perwakilan Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo mengatakan pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan perlu dibekali keterampilan yang bisa menjadi modal mencari penghasilan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomis sehingga siap mandiri setelah bebas,” ujarnya.

Usai menerima materi, para peserta langsung mempraktikkan proses pembuatan paving blok. Mereka terlibat dalam setiap tahapan, mulai mencampur bahan, menuangkan adonan ke cetakan, hingga proses penyelesaian produk dengan pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja dan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai teknik produksi maupun peluang usaha dari hasil keterampilan yang dipelajari.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan pembinaan seperti ini akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari kemampuan warga binaan untuk bangkit dan hidup mandiri.

“Harapan kami, ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki bekal keterampilan dan jiwa wirausaha sehingga mampu menciptakan peluang kerja bagi diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Sidoarjo meningkatkan kualitas pembinaan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Dengan bekal keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah mengakhiri masa pidana

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia