
Mahasiswa KKN Kelompok 37 UTM) bersama pelajar Lembaga Pendidikan Islam Mambaul Ulum, Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (17/7/2026). Doc : EndangSumenep (Aksaraindonesia.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melaksanakan program kerja berupa psikoedukasi tentang pendidikan seksual bagi anak di Lembaga Pendidikan Islam Mambaul Ulum, Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 49 anak ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai pentingnya menjaga diri serta mengenali bentuk-bentuk pelecehan seksual sejak dini.
Program kerja tersebut diprakarsai oleh Syelfi Amalia selaku penanggung jawab kegiatan. Sebelum materi disampaikan, seluruh peserta terlebih dahulu mengerjakan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mereka mengenai pendidikan seksual. Setelah pemaparan materi dan sesi diskusi selesai, peserta kembali mengerjakan posttest sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Materi disampaikan secara interaktif menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan pemberian contoh-contoh situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta lebih mudah memahami cara menjaga diri, menghormati batasan tubuh sendiri maupun orang lain, serta berani menyampaikan penolakan ketika menghadapi tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Menurut Syelfi Amalia, pemilihan tema pendidikan seksual dilatarbelakangi oleh maraknya pemberitaan mengenai kasus pelecehan seksual terhadap anak yang belakangan ini semakin sering terjadi. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa anak perlu mendapatkan pengetahuan yang benar sebagai bekal untuk melindungi dirinya.
”Psikoedukasi ini bukan untuk mengajarkan hal yang tabu kepada anak-anak, melainkan membekali mereka dengan pemahaman mengenai tubuh mereka sendiri, mengenali batasan diri, serta menumbuhkan keberanian untuk berkata ‘tidak’ ketika menghadapi tindakan yang tidak pantas,” ujarnya.
Selama kurang lebih dua pekan menjalankan KKN di Desa Pakandangan Tengah, mahasiswa juga melakukan pengamatan terhadap perilaku anak-anak di lingkungan sekitar. Dari hasil pengamatan tersebut, masih ditemukan beberapa anak yang belum memahami bahwa tindakan seperti tatapan yang tidak pantas, siulan bernada menggoda, hingga ucapan yang mengomentari bentuk tubuh seseorang merupakan bagian dari perilaku pelecehan verbal maupun nonverbal. Perilaku tersebut masih sering dianggap sebagai candaan, padahal dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang lain.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 37 memandang bahwa psikoedukasi mengenai pendidikan seksual perlu dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pengetahuan anak sekaligus membangun lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.
Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil uji deskriptif dan uji beda, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai pendidikan seksual. Hal tersebut menunjukkan bahwa psikoedukasi yang diberikan mampu menambah wawasan anak-anak tentang pentingnya menjaga diri, mengenali bentuk-bentuk pelecehan seksual, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan apabila menghadapi situasi yang tidak aman.
Keberhasilan pelaksanaan program kerja ini juga tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota KKN Genap Kelompok 37 Universitas Trunodjoyo Madura yang terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses perencanaan, persiapan materi, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Anggota yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, yaitu Qomariyah Slamet, Rizka Nurhafidah Ilmi, Mahrus, Mikail Shauqi, Akmalul Fikri, Ririn Ariyanti, Putri Devi Anjarsari, Syahilda Pramono, Muthohirotuss Sa’adah, Amellda M. R., Yananda A. A., Ita Septi Nur Riski, dan Tria Cahya Rosida.
Melalui kolaborasi dan semangat gotong royong yang terjalin selama pelaksanaan KKN, program psikoedukasi ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta yang mengikuti kegiatan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Kelompok 37 Universitas Trunojoyo Madura berharap edukasi mengenai pendidikan seksual dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya perlindungan anak. Dukungan dari orang tua, guru, dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat upaya tersebut sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak di Desa Pakandangan Tengah

