
Malang (Aksaraindonesia.id) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi 24 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan atraksi pariwisata di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Menurutnya, riset menjadi fondasi penting untuk membangun desa wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lia mengatakan, pengembangan desa wisata tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Ketika desa wisata berkembang, seluruh roda ekonomi ikut bergerak. Lapangan kerja terbuka lebih luas, UMKM tumbuh, dan masyarakat memiliki peluang usaha baru, mulai dari kuliner hingga kerajinan berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan bahan baku lokal,” kata Lia, Selasa (7/6/2026).
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menilai, hasil riset harus mampu melahirkan model pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Kolaborasi antara peneliti, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi desa dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang memiliki daya saing.
Selain pengembangan atraksi wisata, Lia juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas menuju desa-desa wisata. Menurutnya, kemudahan akses transportasi akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Pemprov Jawa Timur diharapkan dapat memfasilitasi calon wisatawan melalui layanan Bus Trans Jatim dari kawasan bandara menuju destinasi-destinasi desa wisata. Akses transportasi yang mudah akan membuat wisatawan lebih nyaman sekaligus memperluas jangkauan kunjungan ke desa-desa yang memiliki potensi besar,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan para peneliti BRIN dan Brida Jawa Timur di Desa Bangelan dapat menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis riset yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal Jawa Timur.