
Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Universitas Hang Tuah (UHT) menegaskan komitmennya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel usai pelaksanaan Audit Yayasan Nala Tahun Anggaran (TA) 2025/2026. Audit tersebut ditutup melalui Taklimat Akhir yang digelar di kampus UHT, Kamis (25/6/2026).
Audit dilakukan terhadap enam satuan kerja (satker) di lingkungan UHT sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program kerja, administrasi, serta pengelolaan organisasi.
Ketua Pengawas Yayasan Nala, Laksamana Muda TNI (Purn) Rahmat Eko Rahardjo, mengatakan audit bukan sekadar mencari kekurangan, melainkan memastikan setiap satuan kerja menjalankan tugas dan fungsinya secara efektif, efisien, serta sesuai ketentuan.
“Hasil audit ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan bagi seluruh satuan kerja sehingga tata kelola organisasi semakin baik dan profesional,” ujar Rahmat.
Dalam taklimat tersebut, tim auditor memaparkan hasil pemeriksaan selama TA 2025/2026. Selain menyampaikan sejumlah capaian positif, auditor juga memberikan temuan dan rekomendasi yang harus ditindaklanjuti masing-masing satuan kerja.
Sementara itu, Rektor UHT, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, mengapresiasi proses audit yang dinilai berjalan objektif dan konstruktif. Menurutnya, audit merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi.
“Audit menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat sejauh mana program yang telah dilaksanakan berjalan sesuai target. Selain itu, hasil audit juga menjadi acuan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas kinerja pada masa mendatang,” kata Avando.
Ia berharap seluruh kepala satuan kerja menjadikan hasil audit sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, efektivitas program, serta kontribusi terhadap kemajuan Universitas Hang Tuah.
Taklimat Akhir Audit Yayasan Nala TA 2025/2026 dihadiri Ketua Pengawas Yayasan Nala, Rektor UHT, jajaran wakil rektor, serta para kepala satuan kerja. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan penyerahan rekomendasi hasil audit sebagai dasar perbaikan pada periode berikutnya.