Hadiri Jambore Perhutanan Sosial, Ning Lia Soroti Kesejahteraan Warga Hutan

Siska Prestiwati
13 Jun 2026 15:18
3 minutes reading

Madiun (Aksaraindonesia.id) – Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menghadiri Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 yang digelar di Alun-Alun Reksogati, Madiun, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang mengangkat tema Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera itu menjadi ajang mempertemukan berbagai pihak untuk memperkuat pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Ratusan kelompok perhutanan sosial dari berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi ruang silaturahmi, jambore juga dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan, hingga membuka peluang kerja sama antar pelaku perhutanan sosial.

Acara dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah berharap jambore mampu memperkuat sinergi sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan.

“Semoga ke depan kita semua semakin sehat, semakin berkah, semakin sukses, semakin damai, dan semakin menguatkan persaudaraan kita,” ujar Khofifah.

Khofifah menyebut Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia. Selain itu, nilai transaksi ekonomi dari sektor tersebut juga disebut menjadi yang tertinggi secara nasional.

Meski demikian, ia menilai masih diperlukan berbagai upaya untuk memperkuat kapasitas kelompok tani hutan. Salah satunya melalui pengembangan usaha agroforestri dan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kolaborasi antara petani hutan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar,” katanya.

Sebagai tuan rumah, Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Madiun sebagai lokasi penyelenggaraan jambore. Menurutnya, perhutanan sosial menjadi program strategis yang mampu menyatukan kepentingan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sejalan dengan tema Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat sinergi, berbagi inovasi, dan membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, menjelaskan bahwa jambore diawali dengan sarasehan yang diikuti sekitar 200 kelompok perhutanan sosial. Beragam kegiatan turut digelar, mulai diskusi tata kelola perhutanan sosial, business matching, hingga pameran produk unggulan hasil hutan yang dikelola masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan dukungan ekonomi produktif lebih dari Rp3 miliar pada tahun 2026 untuk kelompok-kelompok perhutanan sosial. Dukungan tersebut dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Di sela kegiatan, Senator Ning Lia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para pelaku perhutanan sosial yang terus berinovasi dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Menurutnya, perhutanan sosial merupakan instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Perhutanan sosial bukan hanya tentang menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga bagaimana masyarakat di sekitar hutan dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkeadilan. Kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Ning Lia.

Ia juga mengapresiasi berbagai produk unggulan yang ditampilkan oleh kelompok perhutanan sosial dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Menurutnya, jambore ini menjadi wadah yang efektif untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan secara berkelanjutan.

5-5-2026

Arsip Berita :