Prolanis Jadi Solusi Tekan Lonjakan Kasus Diabetes dan Hipertensi di Sidoarjo

Siska Prestiwati
17 Dec 2025 13:57
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) disebut menjadi salah satu upaya paling efektif untuk menahan laju peningkatan kasus diabetes melitus (DM) dan hipertensi yang terus membengkak di Sidoarjo. BPJS Kesehatan menilai pendekatan proaktif dan terintegrasi dalam Prolanis mampu mengurangi risiko komplikasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup peserta JKN.

Kepala Bagian Penjamin Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Sidoarjo, Shinta Febrina Nasution, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang menangani penyakit kronis dua kategori tersebut masih sangat tinggi. Hingga Desember 2025, tercatat 330.051 kasus diabetes melitus dan 515.171 kasus hipertensi di fasilitas kesehatan rujukan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Jika melihat tren sejak 2019 hingga November 2025, jumlah peserta yang terdiagnosa DM dan hipertensi meningkat hampir dua kali lipat. Karena itu layanan promotif dan preventif sangat penting,” ujar Shinta dalam pertemuan media di Kantor BPJS Kesehatan Sidoarjo, Rabu (17/12).

Shinta menjelaskan Prolanis dirancang agar peserta JKN yang mengidap penyakit kronis tetap terpantau secara rutin. Melalui program ini, peserta mendapatkan layanan terintegrasi antara faskes dan BPJS Kesehatan, mulai dari konsultasi kesehatan, obat rutin, pemeriksaan penunjang, edukasi, hingga senam kesehatan.

“Tujuannya agar peserta bisa mencapai kualitas hidup optimal dengan biaya pelayanan yang efisien. Pendekatan proaktif ini penting untuk memelihara kondisi kesehatan penyandang penyakit kronis,” jelasnya.

Ia menambahkan, peserta juga diimbau melakukan skrining riwayat kesehatan, yang bisa diakses lewat Mobile JKN, situs BPJS Kesehatan, layanan PANDAWA, maupun langsung di FKTP terdaftar. Skrining ini wajib dilakukan sebelum peserta mendapatkan layanan penapisan lanjutan.

“Dari hasil skrining akan terlihat apakah peserta berisiko atau tidak. Jika berisiko, segera ke FKTP untuk tindak lanjut. Kalau tidak berisiko, bisa dipertahankan dengan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

Di akhir sesi, Shinta mengingatkan pentingnya disiplin menjalani prosedur pelayanan di faskes serta menjaga pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga.

“Semoga kita semua selalu sehat. Jadikan JKN sebagai payung sebelum hujan,” tutupnya.

 

 

13-03-2026

5-5-2026