
Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Momen pengukuhan Duta Parlemen Muda (DPM) dimanfaatkan Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, untuk menyampaikan pesan penting soal peran politisi muda dalam membaca kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakter dan masalah berbeda sehingga pendekatan kebijakan tak bisa disamaratakan.
“Harapan saya, setelah kalian dikukuhkan, benar-benar mengerti apa kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Tidak semua bisa diperlakukan sama. Harus situasional, adaptif, dan inventif,” ujar Lia saat memberikan pembekalan, Senin (27/4).
Tekankan Pentingnya Pendekatan Kontingensi
Lia juga mengangkat konsep teori kontingensi, yakni kepemimpinan yang menyesuaikan strategi dengan kondisi nyata di lapangan. Ia mencontohkan Surabaya yang punya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi dari kendaraan bermotor, namun dampak aktivitas kendaraan tersebut juga dirasakan daerah lain.
“Kita dapat pemasukan dari kendaraan, tapi jalan yang dipakai bukan hanya di Surabaya atau Jakarta. Ada daerah lain yang menanggung kerusakan tapi tidak dapat manfaat. Di sini perlunya kebijakan yang adil,” jelasnya.
Ia menilai perspektif seperti itu penting dipahami politisi daerah dan nasional agar kebijakan tidak terpusat, melainkan merata dan berkeadilan.
Resiliensi Jadi Bekal Wajib Politisi Muda
Selain kemampuan membaca situasi, Lia mendorong generasi muda memiliki ketangguhan mental. Dunia politik, katanya, menuntut daya tahan serta kemampuan beradaptasi yang kuat.
“Kalian harus jadi pribadi yang kuat. Resiliensi itu penting, bagaimana tetap tangguh menghadapi tantangan,” tegasnya.
Dorong Demokrasi Sehat dari Tangan Anak Muda
Lia juga mengajak para peserta untuk membangun iklim demokrasi yang sehat melalui pendekatan inklusif dan persuasif. Ia menekankan pentingnya edukasi politik yang mencerahkan, kemampuan memahami isu, dan membangun kesepahaman di tengah perbedaan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi terbentuknya masyarakat yang peduli dan berorientasi pada kebaikan bersama.
Anak Muda Punya Ruang Strategis di Era Digital
Di sesi akhir, Lia menekankan besarnya peluang generasi muda memengaruhi arah politik melalui pemanfaatan teknologi digital. Media sosial dan platform digital dinilai membuka ruang kolaborasi dan komunikasi yang lebih luas.
“Kalian punya alasan untuk speak up dan tampil di publik. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa saya lakukan untuk negara ini. Maksimalkan kolaborasi dan konvergensi digital,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam DPM mampu tampil sebagai agen perubahan yang kritis, aktif, dan menawarkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.