Menteri Lingkungan Hidup Nilai Sistem Kebersihan di Terminal Purabaya Belum Ideal

Siska Prestiwati
15 Mar 2026 19:04
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai sistem kebersihan di Terminal Purabaya masih perlu banyak pembenahan usai melakukan inspeksi mendadak menjelang masa mudik Lebaran, Minggu (15/3/2026). Hanif menyebut terminal terbesar di Jawa Timur itu memiliki beban pelayanan yang tinggi sehingga membutuhkan manajemen kebersihan yang lebih presisi. Apalagi saat musim mudik lebaran seperti saat ini.

Dalam tinjauannya, Hanif menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah meminta seluruh kementerian memastikan kenyamanan pemudik, termasuk dari aspek kebersihan fasilitas transportasi. “Terminal menjadi titik mobilitas utama. Maka kebersihannya harus betul-betul dijaga, apalagi saat arus mudik,” ujar Hanif usai melakukan sidak di Terminal Purabaya.

Ia menilai aktivitas penumpang yang sangat padat membuat pengelolaan kebersihan di Terminal Purabaya membutuhkan sistem yang lebih terstruktur. Menurutnya, ukuran terminal yang besar dan arus penumpang yang nyaris tak pernah berhenti membuat penanganan sampah tidak bisa dilakukan dengan pola biasa.

Hanif tak menutup-nutupi kondisi lapangan dan menyebut sejumlah aspek kebersihan masih jauh dari standar ideal. “Ini terminal yang sangat besar dan kompleks. Ada banyak hal yang harus diperbaiki, khususnya manajemen sampahnya,” kata Hanif

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup akan mengerahkan tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup untuk memetakan dan mendata detail kondisi pengelolaan sampah di area terminal. Hasilnya akan dijadikan dasar rekomendasi perbaikan sistem kebersihan secara menyeluruh.

Pengelola Terminal Purabaya nantinya diberi waktu sekitar lima bulan untuk membenahi sistem pengelolaan sampah, mulai dari fasilitas penampungan, alur pengumpulan, hingga kualitas sumber daya manusia yang menangani kebersihan.

Selain Purabaya, Hanif meminta terminal-terminal lain di Jawa Timur untuk mempercepat pembenahan tata kelola sampah, terutama yang memiliki skala pelayanan lebih kecil sehingga proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.

Meski begitu, Hanif mengapresiasi pengelolaan sampah di Kota Surabaya secara umum yang dinilainya sudah termasuk terbaik secara nasional. Namun ia menegaskan bahwa fasilitas terminal tetap harus ditingkatkan mengikuti standar pengelolaan lingkungan. “Tadi hampir 45 ribu orang keluar masuk terminal ini. Penanganannya harus presisi, perlu pengawasan yang lebih ketat dari pengelola,” tegasnya.

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :