Kolaborasi Budaya: Mahasiswa Korea-Amerika Menari Remo dan Main Angklung Bersama Mahasiswa Sastra Inggris UNITOMO

Siska Prestiwati
29 Jul 2025 20:41
3 minutes reading

Surabaya (aksara Indonesia. Id) – Program Studi Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) kembali menggelar kegiatan Cultural Exchange Program yang mempertemukan mahasiswa dan siswa dari latar belakang budaya berbeda dalam satu forum interaksi lintas budaya bertajuk “Harmony in Diversity.” Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025 di Aula Fakultas Sastra, Gedung H Lantai 2 Kampus UNITOMO.

Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (ULISSES) bekerja sama dengan Laboratorium Budaya Fakultas Sastra UNITOMO. Sebanyak 11 mahasiswa dan siswa asal Korea-Amerika dari Washington, Seattle, turut hadir sebagai tamu dalam program ini, bersama 6 siswa dan 2 guru pendamping dari SMA Islam As Sakinah Sidoarjo.

Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Sastra, Rahadiyan Duwi Nugroho, S.S., M.Hum, yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam membangun forum pertukaran budaya yang membentuk wawasan global mahasiswa dan pelajar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan Tari Remo, salah satu kesenian khas Jawa Timur. Penampilan ini dibawakan oleh Fikris, anggota Aftert4ste Dance Club dari ULISSES. Para peserta dari Korea-Amerika pun diajak untuk ikut mempelajari gerakan dasar tari Remo dan menari bersama.

Setelah itu, peserta dikenalkan pada alat musik tradisional Indonesia, angklung, yang dipandu oleh mahasiswa Sastra Inggris. Mereka mempraktikkan secara langsung memainkan lagu “Twinkle Twinkle Little Star,” “Gundul-Gundul Pacul,” dan “Wise Men Say (Only Fools Rush In).” Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa saat musik dan tawa bersatu dalam permainan kolaboratif tersebut.

Program juga mencakup pengenalan pakaian tradisional Jawa dan Hanbok dari Korea, serta sesi mencicipi jajan pasar khas Surabaya dan makanan ringan dari Korea yang dibawa oleh para peserta.

Menurut Ananda, Ketua Pelaksana Program, kegiatan ini dirancang untuk mendorong interaksi lintas budaya dan memperluas perspektif global mahasiswa:
“Kegiatan ini kami rancang sebagai wadah forum diskusi dan kolaborasi budaya internasional antara mahasiswa, siswa, dan penutur asli bahasa asing (native speakers),” ujarnya.

Sementara itu, Lea Ong, salah satu penutur asli Korea-Amerika dari Washington, menyampaikan kesannya,

“Saya merasa sangat beruntung bisa mengenal budaya Indonesia secara langsung, mulai dari tarian Remo, alat musik angklung, makanan tradisional, hingga pakaian kebaya. Ini pengalaman yang tak terlupakan.”

Kegiatan ini juga memberi manfaat besar bagi peserta dari SMA Islam As Sakinah. Menurut Bapak Affandi, guru pendamping dari sekolah tersebut.
“Kegiatan ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman baru bagi siswa-siswi kami, khususnya tentang budaya Korea-Amerika dari Washington, Seattle. Selain itu, program ini menjadi wahana yang sangat baik bagi mereka untuk melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris secara langsung dengan para native speaker. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan menghadirkan lebih banyak penutur asli dari berbagai negara.”
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi makan rujak manis bersama dan ramah-tamah, menandai berakhirnya acara dengan suasana yang akrab, hangat, dan penuh persahabatan lintas budaya. Kegiatan Cultural Exchange Program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan misi Prodi Sastra Inggris UNITOMO untuk memperkenalkan budaya lokal Indonesia kepada masyarakat global melalui medium bahasa Inggris. Sis

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :