
Kalabahi (Aksara Indonesia.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor melalui Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) terus menggencarkan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di seluruh wilayah. Kegiatan kali ini digelar di Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Selasa (14/10/2025).
Bupati Alor yang diwakili Asisten I Setda Alor, Ridwan Nampira, dalam sambutannya mengingatkan bahwa kasus AIDS di Kabupaten Alor terus mengalami peningkatan sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2000. Hingga akhir 2024, tercatat 761 kasus, dengan 115 orang meninggal dunia dan 646 orang masih hidup.
“Sepanjang tahun 2024 dilaporkan 79 kasus baru, dan hingga Agustus 2025 sudah ditemukan 62 kasus tambahan. Namun secara epidemiologis, masih banyak kasus tersembunyi yang belum terdeteksi. Ini ibarat fenomena gunung es yang harus ditangani secara dini,” ungkap Ridwan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berkomitmen melakukan berbagai langkah pencegahan, salah satunya dengan membentuk Kelompok Warga Peduli AIDS (WPA) di setiap desa dan kelurahan. Kelompok ini berfungsi untuk menggerakkan masyarakat agar ikut aktif mencegah penularan HIV/AIDS.
“Pencegahan tidak hanya melalui kelompok, tapi juga harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing. Semua pihak harus terlibat karena penyebaran penyakit ini sudah menyentuh populasi berisiko rendah seperti ibu rumah tangga dan anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari KPA Kabupaten Alor, antara lain Sekretaris KPA Dominggus Prakameng, Pengelola Program Margareta Mautuka, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Farida Bala.
Sementara itu, Lurah Kalabahi Kota, Subroto Tolang, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Menurutnya, Kalabahi Kota memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga edukasi dan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk menekan angka penularan.
“Saya berharap kelompok WPA bersama masyarakat terus aktif melakukan penyuluhan dan pencegahan di lingkungan masing-masing,” ujar Subroto.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Alor berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat, sehingga dapat menekan munculnya kasus baru di masa mendatang.