Hilal Belum Terlihat di 28 Titik Rukyat Jatim, Penetapan 1 Syawal Tunggu Sidang Isbat

Siska Prestiwati
19 Mar 2026 18:35
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pemantauan rukyatul hilal 1 Syawal 1447 Hijriah digelar serentak di 28 lokasi oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kamis (19/3/2026) petang. Observasi ini menjadi rangkaian penting sebelum penetapan awal Idulfitri oleh pemerintah pusat.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, turun langsung melakukan pemantauan di Pelabuhan Branta, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Pengamatan berlangsung sekitar pukul 17.40–17.49 WIB menggunakan teleskop dan perangkat optik lainnya.

Dari hasil pengamatan tersebut, hilal dilaporkan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Tinggi bulan berada di kisaran 1,425 derajat, masih jauh di bawah standar minimal 3 derajat yang digunakan negara-negara anggota MABIMS.

Selain itu, elongasi hilal—jarak sudut antara matahari dan bulan—tercatat hanya sekitar 5,30 derajat. Angka ini belum mencapai ketentuan minimal 6,4 derajat. “Dengan kondisi demikian, hilal di Jawa Timur belum berhasil terlihat,” ujar Bahtiar.

Ia menegaskan bahwa seluruh data dari 28 titik pengamatan akan dikirimkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat di Jakarta. Masyarakat pun diminta menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Bahtiar juga mengingatkan bahwa potensi perbedaan awal hari raya adalah hal wajar di Indonesia. “Perbedaan adalah keniscayaan. Yang penting, kita tetap menjaga persaudaraan dan kerukunan,” ujarnya.

Ia mengajak umat Islam merayakan Idulfitri dengan suasana damai. “Mari sambut Idulfitri dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai,” tutupnya.

13-03-2026

5-5-2026