Dinkes Sidoarjo Luruskan Informasi HIV pada Pelajar, Kasus Bukan 522 Orang

Siska Prestiwati
23 Jul 2026 15:05
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai klaim 522 pelajar terpapar HIV dalam satu tahun. Instansi tersebut menegaskan angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan jumlah kasus HIV pada kelompok usia 11 hingga 17 tahun yang tercatat merupakan data kumulatif sejak 2001 hingga 2026, bukan kasus baru dalam kurun waktu setahun.

Berdasarkan pencatatan kami, total ada 60 kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun selama periode tersebut. Dari jumlah itu, tujuh anak telah meninggal dunia sehingga saat ini terdapat 53 anak yang masih hidup dengan HIV dan menjalani pemantauan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Lakhsmie menegaskan, informasi yang menyebut ratusan pelajar terpapar HIV dalam satu tahun telah menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat. Menurutnya, angka yang beredar merupakan hasil salah penafsiran terhadap data kumulatif selama lebih dari dua dekade.

Selain kelompok usia pelajar, Dinkes juga mencatat 117 kasus HIV pada anak usia 0 hingga 10 tahun sejak 2001. Dari jumlah tersebut, 35 anak meninggal dunia, sedangkan 50 lainnya tidak lagi berada dalam pemantauan karena berbagai alasan, termasuk berpindah domisili.

“Saat ini masih ada 32 anak yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. Pengobatan terus dilakukan agar kualitas hidup mereka tetap terjaga,” jelasnya.

Ia menerangkan, mayoritas kasus HIV pada anak usia dini berasal dari penularan ibu kepada anak selama masa kehamilan, proses persalinan, maupun saat menyusui. Karena itu, pencegahan melalui pemeriksaan ibu hamil dan pengobatan sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan penularan.

Lakhsmie juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.

Sementara itu, Direktur Program Yayasan Delta Crisis Center (DCC), Ferry Efendi, menjelaskan data yang dimiliki lembaganya memang berbeda dengan Dinkes karena ruang lingkup pencatatannya tidak sama.

Ia menyebut hingga 21 Juli 2026, DCC mendampingi 5.107 orang dengan HIV/AIDS. Namun angka tersebut merupakan jumlah orang yang mendapatkan layanan pendampingan dari DCC dan bukan keseluruhan kasus HIV/AIDS yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

x
x
WhatsApp whatsapp