Dari Ulama, Presiden, hingga Buruh Tangguh: Tiga Tokoh Jatim Resmi Jadi Pahlawan Nasional

Siska Prestiwati
10 Nov 2025 14:38
2 minutes reading

Surabaya (Aksara Indonesia. Id) – Tiga tokoh asal Jawa Timur resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka adalah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, dan aktivis buruh Marsinah. Penganugerahan ini berlangsung dalam upacara kenegaraan di Istana Negara pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Ketiganya dinilai berjasa besar dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan pembelaan terhadap kelompok rentan di Indonesia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut. Menurutnya, ketiga tokoh ini mewakili semangat perjuangan dari berbagai lapisan masyarakat Jawa Timur — dari ulama, pemimpin bangsa, hingga buruh yang memperjuangkan hak-haknya.

“Penetapan Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil, dan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya bentuk penghormatan negara, tetapi juga pengakuan atas keberanian moral dan ketulusan perjuangan mereka dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, Senin (10/11/2025).

Gus Dur dikenal sebagai tokoh humanis dan pluralis yang gigih memperjuangkan demokrasi serta kesetaraan. Sebagai Presiden ke-4 RI, ia konsisten menegakkan prinsip kemanusiaan tanpa membeda-bedakan agama, suku, atau golongan.

Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan disebut sebagai ulama kharismatik yang menjadi sumber cahaya spiritual dan intelektual bagi para kiai Nusantara, termasuk KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. “Dari beliau lahir generasi ulama yang menggerakkan moderasi Islam serta menumbuhkan cinta tanah air,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Marsinah dikenang sebagai buruh perempuan pemberani yang memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan bagi kaum pekerja. Ia gugur pada 1993 akibat perjuangannya membela hak-hak buruh.

“Marsinah adalah simbol keberanian perempuan Jawa Timur dalam memperjuangkan keadilan sosial. Ia menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu harus lewat jabatan tinggi, tetapi bisa lewat keteguhan hati,” tambah Khofifah.

Khofifah berharap gelar Pahlawan Nasional bagi tiga tokoh ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Jawa Timur.

“Semoga semangat perjuangan dan nilai kemanusiaan yang mereka tinggalkan terus hidup dan menjadi teladan bagi generasi penerus,” tutupnya.

 

13-03-2026

5-5-2026