Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Kendati kasus penyalahgunaan narkoba di Sidoarjo relatif melandai, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo meminta masyarakat tidak lengah. Posisi Sidoarjo yang strategis menjadikannya wilayah rawan jalur perlintasan barang haram tersebut menuju daerah tetangga seperti Surabaya dan Madura.
Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto membeberkan, beberapa kasus besar pernah berhasil dicegat di kawasan ini, mulai dari penyelundupan puluhan kilogram sabu di jalur tol hingga temuan di area bandara.
”Grafik kasus di Sidoarjo memang tidak melonjak tajam. Namun, sebagai daerah penyangga, Sidoarjo sangat rawan dijadikan jalur transit. Kita tidak boleh berasumsi suatu wilayah aman atau bebas total dari narkoba,” ujar Gatot, Jumat (14/8/2026).
Waspadai Modus Baru: Bumbu Camilan hingga Candy
Gatot memeringatkan bahwa sindikat narkotika terus memutar otak untuk menggaet konsumen baru. Modus operandi kerap bergeser dari pola lama menjadi trik yang tampak tidak mencurigakan, salah satunya menyusupkan zat adiktif ke dalam produk makanan ringan.
Para pelaku bahkan rela mengorbankan modal besar di awal demi menciptakan rasa ketergantungan pada calon korbannya.
”Pelaku kerap menerapkan strategi ‘bakar uang’. Barang haram itu bisa disamarkan ke dalam permen, keripik, atau jajanan lain. Ketika target sudah ketagihan, di situlah pasar baru mereka terbentuk,” tegasnya.
Pemetaan Wilayah dan Langkah Penanganan
Berdasarkan hasil survei BNNK bersama BPS, angka prevalensi pengguna narkoba di Sidoarjo sebetulnya masih berada di bawah rerata nasional. Kendati demikian, pendataan berkala bakal terus digelar untuk memetakan sebaran daerah rawan, demografi usia, hingga profil pengguna.
Mengenai penindakan hukum, Gatot menekankan bahwasanya petugas akan memilah secara detail peran setiap individu yang tertangkap.
”Langkah yang diambil tergantung dari hasil pendalaman. Kita lihat statusnya, apakah murni korban yang perlu dirawat lewat jalur rehabilitasi atau pengedar yang harus diproses hukum secara tegas,” jelas Gatot.
Ia pun mengimbau agar seluruh elemen masyarakat, instansi pendidikan, hingga lingkungan keluarga dapat memperkuat sinergi untuk mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkotika di Sidoarjo.
Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.