

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya resmi mengukuhkan Prof. Dr. Sularsih, drg., M.Kes., FICD. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Graha Samudra Ganesa, Sidoarjo, Rabu (12/8/2026).
Prof. Sularsih yang memiliki kepakaran di bidang bahan alam dan polimer alami kedokteran gigi ini membawakan orasi ilmiah bertajuk “Pemanfaatan dan Potensi Bahan Alam Laut (Kitosan) yang Mendukung Pengembangan Material yang Inovatif di Bidang Kedokteran Gigi”.
Dalam orasinya, Prof. Sularsih memaparkan inovasi pemanfaatan limbah hasil laut seperti cangkang udang, kepiting, dan lobster yang diolah menjadi kitosan. Bahan tersebut kemudian dikombinasikan dengan Aloe vera untuk mendukung regenerasi tulang alveolar melalui teknologi biomaterial scaffold—suatu kerangka tiga dimensi (3D) yang memicu pertumbuhan jaringan tulang baru.
Rektor UHT Surabaya, Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, riset ini menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan mampu mengubah limbah laut menjadi produk bernilai tinggi.
”Ini bukan sekadar penambahan jumlah profesor, melainkan penguatan kapasitas intelektual UHT. Penelitian ini membuktikan ilmu pengetahuan bisa mengubah limbah menjadi sumber nilai baru, sejalan dengan visi Ekonomi Biru berbasis sains,” ujar Avando.
Lebih lanjut, Avando menekankan pentingnya hilirisasi riset agar inovasi tidak berhenti di laboratorium. Penelitian Prof. Sularsih sendiri telah mengantongi dua Paten Sederhana atas formula scaffold kombinasi kitosan-Aloe vera beserta proses pembuatannya.
Avando juga mengimbau agar para akademisi tidak memaknai bidang kemaritiman secara sempit. Menurutnya, potensi laut harus digali melintasi berbagai disiplin ilmu, mulai dari kedokteran, farmasi, hingga hukum dan ekonomi.
”Laut Indonesia jangan hanya dipandang sebagai kebanggaan, tetapi harus menjadi pusat inovasi dan kesejahteraan. Saya berharap Prof. Sularsih terus merangkul dosen-dosen muda untuk membangun ekosistem riset yang berkelanjutan,” pungkasnya.

